15 Cara Mendidik Anak Hiperaktif dengan Benar dan Tepat

0
132

Anak hiperaktif bukan merupakan hal yang buruk apabila orang tua mampu mendidiknya dengan benar. Aktivitasnya yang tinggi dan tidak mau diam, susah diatur menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Lalu,  bagaimana mendidik anak yang hiperaktif ? berikut ulasannya.

Masalah pada anak hiperaktif dikenal juga dengan Attention Deficit Disorder (ADD). Anak hiperaktif menunjukkan tenaga untuk melakukan aktivitas sangat besar namun anak hiperaktif mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, sulit tidur. Anak hiperaktif kebanyakan sulit untuk diatur dan bertingkah sesuka hatinya. Butuh kesabaran dan keuletan dari orang tua untuk melatih anak dengan hiperaktif. Sifat hiperaktif ini bisa dikendalikan dengan pola didik yang benar

Latih anak bersosialisasi

Dikutip dari laman dosenpsikologi.com hal pertama yang dapat dilakukan untuk mendidik anak yang hiperaktif adalah membawa anak ke dalam lingkungan sosial yang mampu menerimanya. Ajarkan anak untuk berinteraksi dan memperhatikan orang lain, ajarkan anak untuk berkomunikasi dengan orang lain. Libatkan anak dalam kelompok bermain untuk menumbuhkan kesadarannya akan orang lain.

Berikan perhatian dan kasih sayang yang lebih

Kasih sayang dari orang tua sangatlah utama. Anak hiperaktif perlu diberikan kasih sayang yang lebih agar dia percaya, merasa aman dan nyaman dengan orang tuanya dan mau mendengarkan kata kata orang tuanya.

Berikan jadwal yang tepat

Beritahukan jadwal harian anak dan latih untuk melaksanakannya dengan rutin. Jangan lakukan perubahan jadwal kegiatan terlalu sering. Modifikasi pada jadwal harian bisa dilakukan jika dibutuhkan. Dengan pemberian jadwal harian ini anak menjadi lebih teratur untuk menggunakan tenaganya. Rutinitas pada jadwal yang ada juga membatasi anak untuk melakukan hal lain yang mungkin tidak sesuai.

Menggunakan bahasa sederhana

Gunakan kata- kata yang sederhana dan perlahan agar mudah dipahami oleh anak. Anak hiperaktif pada autisme, cenderung sulit menerima informasi melalui bentuk kalimat yang panjang. Anak akan bingung dan frustasi dan justru membahayakkan kondisi anak.

Mengenali bakat anak

Anak dengan hiraktif atau autisme memiliki kecenderungan pertumbuhan kognitif yan glambat dari pada anak normal. Kemampuan berkomunikasi dan proses menerima informasi juga lambat. Namun bukan berarti anak bodoh dan tidak mampu melakukan apapun. Anak autis juga memiliki kelebihan tertentu yang jika dikembangkan akan menjadi kemampuan yang luar biasa.

Penting bagi orang tua untuk mencari tahu bakat dan kemampuan anak misalnya dalam bidang musik, teknologi, seni atau lainnya. Pikiran anak autis sangat kreatif dan energi mereka terus mengalir tanpa lelah. Apabila bakan anak sudah ditemukan, pastikan anak menekuni hal tersebut sehingga bakatnya akan menjadi luar biasa. Banyak orang orang luar biasa yang juga ternyata seorang autis, mereka bisa menjadi pelukis hebat, pianis terkenal, dan lain sebagainya.

Jangan marahi anak atau menghukumnya

Nada tinggi atau hukuman untuk anak autisme atau hiperaktif akan mematikan kemampuan mereka untuk berkembang. Hati mereka juga akan tersakiti. Pada anak normal, hal semacam ini mungkin hanya sebuah pelajaran yang nantinya tidak terlalu dipikirkan, karena komunikasi antara anak dengan orang tua tidak ada kendala.

Namun pada anak autis, ketika hati mereka sudah tersakiti atau muncul rasa ketakutan hal ini akan sulit untuk diperbaiki dan akan mengganggu tumbuh kembang mereka.

Perhatikan lingkungan anak dari hal yang membahayakan

Anak dengan autis mungkin kurang memiliki kesadaran akan hal yang berbahaya atau tidak berbahaya sehingga membutuhkan perhatian dari orang lain akan hal ini. Orang tua harus menghindarkan barang- barang berbahaya dalam rumah dari jangkauan anak. Perhatikan hal hal kecil yang bereriko berbahaya di lingkungan anak.

Perbanyak komunikasi dengan anak

Anak hiperaktif memiliki kemampuan untuk beraktivitas dan komunikasi yang aktif maupun tumbuh kembang bahasa mereka lambat pada autis. Orang tua harus terus aktif mengajak anak beekomunkasi dan tidak tampak membedakannya dengan orang lain. Hal ini juga akan menstimulus kemampuan berbicara pada anak dan kemampuan merespon lawan bicara.

Ajarkan anak bagaimana menenangkan diri

Adakalanya anak menjadi lebih hiperaktif karena suatu stimulus yang tidak menyenangkan. Ajarkan anak untuk duduk diam tarik nafas dalam berulang kali sampai anak tenang kembali. Ajarkan hal ini sejak awal dalam bentuk interaksi yang menyenangkan sehingga ketika anak berada dalam kondisi tertentu yang tidak menyenangkan , anak bisa mempraktekkannya sesuai yang biasa dia lakukan.(Muf)

 

LEAVE A REPLY