Agar Anak Terhindar dari Obesitas

0
100

Lebaran tak lepas dari hal baru. Tak hanya baju, berat badanpun punya angka baru. Angka di timbangan seringkali mengejutkan. Itu karena tak mudah menghindar dari berbagai makanan di saat lebaran. Mungkin ajang balas dendam setelah berpuasa sebulan. Anak-anak utamanya, jika dibiarkan obesitas akan menjadi musuh berbahaya. Lalu bagaimana mengatasinya?

Ada bahaya yang mengintai anak jika asupannya tidak terkontrol seperti obesitas. Kasus obesitas ternyata tak hanya menyerang orang dewasa, penyakit ini juga menyerang anak-anak hingga remaja. Tentunya ini menjadi kekhawatiran orangtua jika anak tidak dapat mengontrol asupannya, apalagi dalam momen lebaran dan pascanya.

Obesitas atau yang biasa disebut kegemukan, berisiko menimbulkan penyakit kronis degeneratif pada anak di masa mendatang. Penyakit kronis degeneratif seperti, diabetes mellitus, hipertensi, sleep apnea, masalah pernapasan, dan lain-lain mengintai anak jika asupannya tidak dijaga dengan baik.

Secara umum, obesitas dapat dihilangkan dengan mengurangi asupan makan dan meningkatkan aktivitas fisik pada anak. WHO (World Health Organization) merekomendasikan asupan buah dan sayur minimum 5 kali sehari dengan minum yang cukup dan tanpa gula.

Berikut tips sederhana dari Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk orangtua dalam menghadapi obesitas pada anak.

Makan Hanya Saat Lapar

Anak terkadang memiliki nafsu makan yang tidak terkontrol, apalagi pasca Ramadhan tentu anak  tidak akan lagi dibatasi dengan waktu puasa. Dengan hal tersebut anak pasti tak sungkan-sungkan untuk memakan makanan ringan yang banyak tersedia di meja saat lebaran. Kebanyakan dari anak-anak melakukan hal ini bukan karena rasa lapar yang sebenarnya di perut, namun lebih kepada keinginan di mulut untuk makan.

Tak Sadar, Orangtua Mengaitkan Makan dengan Rasa Senang

Orangtua menjadi sorotan ahli kesehatan saat menyuapi anak-anak mereka saat makan. Mereka membiarkan anak-anak untuk makan dengan menonton TV atau bermain. Secara tak sadar anak akan mengaitkan aktivitas makan dengan perasaan senang.

Sehingga, apabila saat sedih atau stress, anak akan melampiaskannya dengan makan. Karena baginya makan adalah sesuatu yang membuatnya senang. Biasakan agar anak duduk dan makan di meja makan ketika waktu makan tiba.

Tingkatkan Ativitas Fisik

Aktivitas fisik tak hanya kewajiban untuk orang dewasa saja,  orangtua tidak  perlu dilatih untuk beraktivitas fisik dalam taraf sedang hingga berat, beri pengertian positif bahwa kegiatan fisik yang dilakukan dapat membuatnya sehat. Dan cobalah untuk melibatkan anak dalam pekerjaan rumah sehari-hari seperti membersihkan kamarnya sendiri.

Sekali lagi, lebaran memang membawa kebahagiaan bagi umat. Namun dalam waktu yang sama akan membahayakan bagi anak. Perlu dikontrol,  keinginan anak untuk makan anak. Karena dampak obesitas yang ditimbulkan akan menghambat si kecil di kehidupan yang akan datang. (ipw)

LEAVE A REPLY