Ajarkan Etika pada Ananda Sebelum Remaja

0
170

Menananamkan etika baik pada ananda, tak harus menunggunya beranjak remaja, bahkan dewasa,  akan sangat terlambat jika tidak dilakukan sejak kecil. Karena etika itu pembiasaan, bukan pengetahuan. Cara-cara berikut ini terbukti efektif membentuk etika baik pada anak.

Perkenalkan Intonasi Sopan Sejak Dini

Popmamma.com menuliskan, sejak anak sudah bisa berbicara, maka ajarkanlah mereka untuk mengucapkan kata-kata dengan nada yang tepat. Jika berbicara dengan orang lain, ajarkan mereka mengucapkan kalimat dengan nada yang positif dan sopan. Artinya, tidak membentak, keras, atau kasar.

Ketika anamda beranjak dewasa, mereka akan mengerti bahwa kata-kata tersebut membuat orang lain merasa senang membantunya.

Kuasai Lima Frasa Penting

Selain kata “tolong” dan “terima kasih”, pastikan bahwa anak-anak memahami kalimat “Maafkan saya”, “Bolehkah saya …” dan “Tidak, terima kasih”.

Meskipun mereka tidak sepenuhnya memahami implikasi dari penggunaan kata-kata ini, mereka tetap harus belajar sejak dini bahwa kata “tolong” harus dilampirkan untuk meminta sesuatu. Sedangkan kata “terima kasih” harus diucapkan pada akhir transaksi atau interaksi.

Kelima frasa tersebut juga sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari agar ia senantiasa dihargai dan menghargai orang yang berada di sekitarnya.

Jadilah Role Model

Melansir dari pendidikankarakter.com, cara mengajarkan sopan santun yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh dan teladan yang baik kepada anak secara konsisten. Pembentukan perilaku anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.

Dengan melihat contoh perilaku orangtuanya sehari-hari, maka anak akan belajar bersikap sopan santun dengan sendirinya. Jadi mulailah bersikap sopan santun dan menjadi teladan bagi anak Anda, karena cara terbaik untuk mengajarkan sopan santun adalah melalui contoh, bukan sekedar memberi nasehat.

Koreksi Mereka dengan Tepat

Berhati-hatilah saat orangtua mengoreksi anak, karena mengoreksi anak secara agresif atau di depan orang lain dapat merendahkan dirinya secara tidak langsung.

Ada baiknya jika orangtua mempertimbangkan persaaan ananda. Siapapun itu, tentu tidak ingin dipermalukan dan direndahan. Carilah waktu, tempat dan cara yang tepat untuk mengoreksi perilakunya.

Berkomunikasi dengan cara ini menunjukkan kepada anak bahwa orangtua  memperlakukannya dengan rasa hormat, serta menunjukan pada mereka bahwa Anda selaku orangtua benar-benar ingin mereka menjadi lebih baik. (Din)

LEAVE A REPLY