Amalan Ini Sering Terlupakan di Waktu Sahur

0
108

Umumnya kita menggunakan waktu sahur hanya untuk makan, minum, nonton TV, dst. Padahal waktu sahur adalah waktu yang sangat istimewa untuk beribadah. Namun, amalan tersebut banyak yang terlupakan.

Waktu sahur menjadi waktu yang istimewa karena Allah mendekat ke seluruh hamba-Nya, menawarkan kepada semua hamba-Nya yang hendak bersimpuh di hadapan-Nya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada setiap malam, Allah ta’ala turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir, Allah berfirman,’Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan aku ampuni.”_ (HR. Bukhari 1145 dan Muslim 758).

Di saat itulah, Allah menyebarkan rahmat, dan ampunan-Nya bagi umat manusia. Selayaknya kita manfaatkan untuk bersimpuh di hadapan Allah dan tidak hanya dihabiskan untuk menyantap makanan.

Senada dengan hadits di atas, Imam Nawawi juga menjelaskan, bahwa waktu akhir malam lebih afdhal digunakan untuk shalat, berdoa, beristighfar, dan melakukan ketaatan lainnya, dari pada waktu awal malam. (Syarh Shahih Muslim, 6/38).

Ibnu Hajar juga menjelaskan, “Bahwa akhir malam sangat afdhal untuk berdoa dan beristighfar. Dalilnya firman Allah (yang artinya) ‘yaitu orang-orang yang rajin beristighfar di waktu sahur.’ Dan bahwa doa di waktu sahur itu mustajab.” (Fathul Bari, 3/31).

Kebiasaan Orang Shalih Terdahulu

Oleh karena itu, kebiasaan orang shalih di masa silam, mereka banyak memanfaatkan waktu sahur untuk semakin mendekat Allah, bersimpuh di hadapan-Nya, berdoa dan memohon ampunan kepada-Nya. Allah berfirman, menceritakan tentang sifat ahli surge, “Merekalah orang-orang yang penyabar, jujur, tunduk, rajin berinfak, dan rajin istighfar di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17). Ibnu Katsir mengatakan bahwa ‘Ayat ini menunjukkan keutamaan memperbanyak istighfar di waktu sahur.’

Diriwayatkan, bahwa Nabi Ya’qub ‘alaihissalam menasehati anaknya, “Saya akan memohonkan ampun kepada Rabbku untuk kalian.” (QS. Yusuf: 98). Kemudian Nabi Ya’kub mengakhirkan permohonan ampun itu di waktu sahur. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/23)

Demikian ulasan mengenai istimewanya waktu sahur yang terkadang dilewatkan begitu saja bagi sebagian orang.(Muf)

LEAVE A REPLY