Anak Penakut, Begini Cara Mengatasinya

0
109

Terkadang muncul kegusaran orangtua dalam menghadapi anak yang penakut. Takut berkenalan dengan orang baru, takut kegelapan, takut berbicara di depan kelas, dan sebagainya. Oleh sebab itu, mari simak beberapa tips berikut agar anak perlahan mulai meninggalkan sifat penakutnya.

Diambil dari nakita.grid.id, salah satu cara mengatasi anak penakut dengan cara mendekati anak dan membicarakan apa yang membuatnya takut. Ajak anak untuk memahami diri dan situasi yang dianggap menakutkan. “Oh kamu takut ke dokter. Apa yang membuat adik jadi takut?” “Jadi sebenarnya kamu takut disuntik? Ya, ayah tahu kok jika disuntik itu sakit, hanya kan sakitnya sedikit, seperti digigit semut. Kalau digigit semut, sakitnya ala atau tidak? Gak lama kan?”

Begitu juga ketika sang anak takut dengan suara petir. Maka yang tepat dilakukan orangtua adalah mendekati anak dan mengadakan obrolan. “Kamu kenapa ya takut sama petir?” “Petir itu salah satu tanda kekuasaan Allah, tidak perlu ditakuti, sini Bunda peluk adik.”

Berikan Kalimat Positif, Bukan Malah Membuatnya Takut

Kalimat-kalimat positif selalu memberikan penguatan dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Ayo Nak, kamu bisa, kamu kan pemberani.” Selain itu, orangtua sebaiknya memberi contoh bagaimana mengatasi rasa takut.

Karena ada beberapa orangtua yang justru membuat anak semakin takut dengan hal yang ditakutinya. Misalnya ketika anak bandel tak mau diperiksakan, orangtua menakutinya dengan “Awas nanti kalau gak mau minum obat disuntik suster”. Hal ini justru semakin membuatnya ketakutan.

Ubah Pemikiran Anak Secara Perlahan

Dilansir dari theasianparent.com, misalnya bila ananda  selalu takut melihat maskot berkostum, jangan kemudian mengondisikan ananda untuk selalu bertemu dengan mereka maskot itu. Karena dengan cara itu akan membuat ketakutannya semakin menjadi-jadi.

Bantu atasi ketakutan tersebut dengan menerangkan bahawa maskot itu tidak berbahaya. Selain itu, galakkan dia melihat maskot yang digemarinya. Mungkin dia suka Boboiboy atau Upin Ipin.

Dengan membiasakan si kecil dengan maskot kegemarannya, rasa takut terhadap maskot akan semakin berkurangan.

Bantu Anak Memahami Emosinya

Laman vemale.com menuliskan, perasaan takut, deg-degan, dan cemas umum dirasakan anak saat akan mulai melakukan sesuatu yang baru. Oleh sebab itu, sebaiknya orangtua tak menuntut atau membebani anak harus jadi seperti ini dan itu.

Coba bantu anak untuk mengendalikan dirinya. Seperti apa yang harus dilakukan saat deg-degan dan bagaimana berusaha menenangkan diri saat badan gemetar saat akan tampil di depan umum. Saat anak sudah bisa membantu mengendalikan emosinya, mental berani dalam tubuhnya bisa muncul dengan sendirinya.

Berdoa, Menguatkan Ananda

Berdoa merupakan salah satu cara komunikasi yang dilakukan muslim agar ia terasa dekat dengan Allah. Ajarkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah Mahakuat, Maha Pengasih dan Penyayang serta Maha segala-galanya. Tidak ada yang perlu ditakuti, karena Allah melindungi dan menyayangi hambaNya.

Dengan begitu, selain kita menguatkan ananda, kita juga mengajarkan tauhid kepada ananda. Biasakan selalu  mengajak anak berdoa bersama setiap hari di setiap akan melakukan berbagai aktivitasnya. Iman dan kepercayaan ini akan membantu anak untuk lebih siap mengatasi rasa takut. (Din)

LEAVE A REPLY