Anak Suka Jahil dan Iseng? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya.

0
505

Sepertinya hal yang lumrah bila kita melihat anak-anak yang suka jahil dan iseng. Dimasa kanak-kanak rasa penasaran dan ingin tahu pada anak sangatlah besar, ini wajar karena ini adalah masa eksplorasi terhadap dunia yang ada disekitarnya. Tapi justru, hal ini kebanyakan akan membuat beberapa anak yang lain merasa terganggu dan tidak nyaman jika bertemu dengan anak jahil dan suka bikin onar. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Perilaku seorang anak seperti suka berlarian kesana kemari, menyentuh barang-barang dan mendekati sesuatu yang itu berbahaya baginya, inilah yang memang rata-rata dilakukan oleh anak-anak. Tapi, perilaku anak dengan rasa penasarannya yang begitu tinggi justru tak jarang membuat orangtua pusing dan frustasi. Apalagi jika perilaku anak tersebut sudah melebihi batas seperti menganggu dan merugikan oranglain tentu saja akan membuat orangtua malu bukan kepayang.

Walau demikian kejahilan dan keisengan anak adalah sebuah kewajaran selama masih dalam batas normal. Ada banyak penyebab yang sebenarnya bisa melatarbelakangi sikap anak yang jahil dan suka iseng. Nah, sebelum kita atasi sikap jahil dan suka iseng pada anak, sebaiknya kita kenali apa saja penyebab hal tersebut terjadi.

Kenali Penyebab Jahil Pada Anak

  1. Rasa Ingin Tahu yang Besar Pada Diri Anak. Rasa ingin tahu yang besar biasanya menjadi penyebab utama yang terjadi pada anak-anak yang jahil dan suka iseng, hal ini juga yang melatarbelakangi perilaku mereka.
  2. Ingin Menunjukan Agresitifitasnya. Selain rasa ingin tahu yang tinggi, ingin menunjukkan keagresifiasnya juga menjadi penyebab seorang anak jahil . Ada beberapa tipe anak yang hadir dimasyarakat, mereka yang pemalu dan seringkali dijadikan objek dan ada pula mereka yang percaya diri namun terlalu mendominasi. Biasanya anak-anak yang jahil memiliki karakter terlalu percaya diri dan ingin menunjukan pada oranglain bahwa mereka bukanlah tipe pendiam yang lemah.
  3. Dalam Rangka Menarik Perhatian. Ketika sang anak butuh perhatian dari teman, orangtua atau bahkan orang sekitarnya sementara mereka tidak memiliki cara lain untuk menunjukan eksistensi mereka, anak-anak akan cenderung melakukan hal-hal yang akan membuat perhatian kita tertuju pada mereka. Hal inilah yang meliputi perbuatan nakal anak, termasuk menjahili temanya.

Menghadapi dan Mengatasi Anak yang Jahil dan Suka Iseng

Dikutip dari laman detik.com, menurut penulis dan pendiri Happy Family, dr Justin Coulson, banyak orang tua yang sengaja menghukum anaknya di depan umum ketika membuat masalah agar mereka meminta maaf. Bahkan, hukuman tersebut cenderung mempermalukan si anak.

“Cara seperti itu memang bisa membuat anak meminta maaf, tapi sayangnya mereka jadi tidak memahami bahwa yang mereka lakukan yaitu mengganggu orang lain adalah sesuatu yang salah,” kata dr Coulson, seperti dikutip dari Essential Kids, Kamis (2/1/2014). Nah, berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah si anak jadi seorang pengganggu:

  1. Ajarkan disiplin, bukan menghukum, karena menggunakan kekerasan sebagai bentuk kedisiplinan dinilai dr Coulson tidak efektif. Menurutnya, lebih baik ajarkan nilai-nilai apa yang membuat perilaku mengganggu itu salah. Sebab, dengan menghukum justru akan merusak kepercayaan serta hubungan anak dengan orang tua.
  2. Menjadi model bagi anak, ketika mengetahui anak Anda adalah seorang pengganggu, jangan balik menjadi ‘pengganggu’ bagi anak, dalam artian Anda langsung marah dan menyakitinya baik dengan kata-kata atau tindakan. Sebaiknya, ajak anak duduk berdua lalu ajak bicara mengapa mereka sampai melakukan perbuatan itu.
  3. Mendorong empati anak terhadap apa yang dirasakan orang lain ketika mereka mengganggunya. Misalnya dengan ajukan pertanyaan ‘bagaimana rasanya jika kamu yang diganggu?’ atau ‘bagaimana perasaan orang tuanya ketika tahu anak yang dicintainya sudah kamu ganggu?’. “Dengan mengajak mereka berempati, anak jadi tahu bagaimana perspektif orang lain ketika mereka mengganggunya. Memang bagi anak usia lima tahun ke atas hal ini lebih mudah dilakukan ketimbang pada remaja yang cenderung menolaknya,” papar dr Coulson.
  4. Minta bantuan dengan pihak-pihak terkait seperti keluarga, pihak sekolah, atau justru dari pihak korban sangatlah penting. Menurut dr Coulson, riset mengatakan jika kita menghabiskan waktu dengan orang yang sudah kita intimidasi, maka kita bisa merasakan apa yang mereka rasakan sehingga lebih mudah untuk berhenti mengintimidasinya.
  5. Jangan menyerah. “Orang tua adalah sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan anak maka ketika anak masih suka mengganggu orang lain, orang tua harus gigih mencari bantuan dan terus berusaha. Suatu saat anak membutuhkan kasih sayang Anda, saat itulah rasa cinta dan kasih sayang Anda paling dibutuhkan dan sangat berharga bagi mereka,” jelas dr Coulson. (Yet)

 

 

LEAVE A REPLY