Awas, Asap Rokok Bisa Berujung Bencana untuk Ananda

0
138

Jika Anda orangtua dan masih merokok, sebaiknya, berhentilah sekarang juga! Hasil riset kesehatan dasar (riskeda) oleh Kementrian Kesehatan menunjukkan adanya 92 jiwa perokok pasif di Indonesia, dan 43 juta jiwa di antaranya adalah anak-anak. Artinya menjauhkan anak dari rokok dan perokok adalah keniscayaan.

Sudden Death Infant Syndrome adalah sindrom kematian mendadak pada bayi. Kasus ini biasa terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun karena asap rokok yang dapat menganggu jalan nafas sang anak. Tak hanya dapat menyebabkan Sudden Death, namun juga Premature Death (kematian dini) yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi ketika lahir. Oleh sebab itu, penting untuk sang ibu yang sedang hamil menjaga diri dan sang janin dari paparan asap rokok.

Sebabkan Hilangnya Kemampuan Pendengaran

Selain itu, bahaya asap rokok dapat berujung kepada hilangnya kemampuan pendengaran bagi si kecil. Asap rokok yang mengenai anak balita juga dapat menyebabkan perkembangan abnormal pada batang otak pendengaran mereka. Sehingga  menyebabkan kemampuan mendengar menjadi  lebih lemah.

John Satenspiel, M.D., juru bicara American Academy of Family Physicians, mengatakan bahwa asap rokok yang terhirup oleh anak dan bayi dapat menyebabkan infeksi pada telinga. Jika dibiarkan terus-menerus, anak dapat mengalami gangguan pendengaran yang bersifat permanen.

Menghambat Tumbuh Kembang Si Kecil

Bagi Anda ibu hamil dan menyusui disarankan untuk menjauhi sumber asap rokok. Kenapa? Nikotin yang terkandung dalam asap rokok yang terhirup akan dialirkan ke pembuluh darah untuk kemudian didifusi ke ASI atau tali pusar. Nikotin yang terakumulasi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian janin serta menghambat tumbuh kembang bayi yang sudah lahir.

Asap rokok adalah racun yang mengenai saraf walaupun dalam kandungan yang paling rendah. Diperkirakan jutaan anak mempunyai resiko gangguan kemampuan membaca sebagai akibat dari perokok pasif. Tingkat ekspos yang lebih tinggi trhadap asap rook juga dihubungkan dengan kekurang mampuan dalam maatematika dan kemampuan logika atau penalaran visual. Begitu pula bayi yang lahir dari ibu perokok yang mengisap paling tidak satu bungkus rokok setiap hari diketahui memiliki tingkat IQ lebih rendah dari anak–anak yang lahir dari ibu yang tidak merokok.

Melindungi Anak dari Bahaya Asap Rokok: Penting!

Membiarkan anak hidup di lingkungan yang sering terpapar asap rokok akan secara tidak langsung mengajarkan anak untuk terbiasa dengan keadaan tersebut. Menciptakan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat sejak dini merupakan langkah tepat untuk melindungi si kecil dari berbagai bahaya yang mengintai. (Din)

LEAVE A REPLY