Begini Cara Jitu Mendidik Anak Generasi Z

0
102

Baru saja generasi milenial atau generasi Y mengguncang dunia, kini generasi barunya, mulia muncul generasi setelahnya, generasi x. Mereka adalah anak muda yang lahir pada era 2000-an. Mereka ini calon pemimpin bangsa, jika tak paham cara mendidiknya, akan sangat berbahaya bagi bangsa.

Menurut penelitian Millward Brown (2017), generasi Z memiliki karakteristik berbeda dibandingkan generasi Y atau bahkan generasi X (baby boomers). Generasi Z lahir saat teknologi digital tengah berkembang pesat. Generasi ini juga lebih melek internet dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Sebanyak 74 persen generasi Z mengakses gawai sedikitnya satu jam per hari. Persentase itu lebih besar dibandingkan generasi Y (66 persen) dan generasi X (55 persen).

Generasi Z adalah remaja kekinian yang kurang gemar membaca. Mereka lebih suka menyerap informasi dalam bentuk visual, misalnya konten video pendek. Survei Millward Brown mendapati generasi Z menyukai video pendek berdurasi 10 detik, lebih singkat 50 persen dibandingkan generasi X yang masih mampu menyerap video berdurasi hingga 20 detik.

Untuk bisa mengimbangi penetrasi digital generasi “gadget” tersebut, selayaknya para orang tua dan guru di sekolah mengubah cara didiknya. Karakteristik anak-anak Gen Z biasanya sangat suka berkomunikasi dan bersosialisasi dengan beberapa orang lewat media sosial (medsos), seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, Snapchat, dan sebagainya.

Menggabungkan Teknologi

Dikutip dari laman mendidikanak.com, cara pertama yang dapat dilakukan guru atau tenaga pendidik untuk mendidik anak generasi Z adalah menggabungkan teknologi.Teknologi sangat penting untuk Generasi Z. Generasi ini tumbuh di zaman di mana seorang individu dikonsumsi oleh teknologi dan dibanjiri dengan tren terbaru secara teratur.

Seorang anggota gen z mungkin memiliki akses ke ponsel, computer jinjing, atau tablet pada usia yang sangat dini dan tumbuh menggunakan satu atau lebih dari perangkat komputer ini. Generasi ini telah tumbuh dalam waktu di mana informasi ada di ujung jari mereka secara konstan dan fakta ini perlu dipertimbangkan ketika datang ke metode pembelajaran baru.

Ini diantisipasi bahwa metode pembelajaran komputer akan terus berkembang, dan anggota generasi Z lebih menyukai jenis pembelajaran ini.

Mengajarkan Interaksi Sosial

Generation Z membutuhkan penekanan pada interaksi sosial. Para pendidik hari ini  sebaiknya perlu menjadikan aspek sosial dalam pembelajaran di kelas. Pemuda masa kini perlu belajar pentingnya interaksi tatap muka, terutama dengan penggunaan teknologi yang merajalela yang masuk sampai ke ruang-ruang pribadi. Memberikan kesempatan untuk bersosialisasi di sekolah merupakan langkah awal yang bagus bagi para pendidik.

Interaksi sosial dirasa sangat penting untuk diajarkan, karena teknologi seolah membuat anak tidak membutuhkan orang lain. Teknologi membuatnya terkoneksi dengan orang-orang yang jauh, dan menjauhkan orang-orang dekat.

Mengajarkan Keterampilan Berharga

Selain itu, pasar kerja saat ini juga mementingkan keterampilan daripada pendidikan. Pengusaha ingin tahu bahwa seorang kandidat memiliki keterampilan untuk menyelesaikan pekerjaan. Penting bagi guru untuk mengenali tren ini dan mengajar dengan gaya yang berfokus pada kompetensi dengan keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan daripada fokus pada disiplin akademis tertentu.(Muf)

 

LEAVE A REPLY