Begini Cara Mendidik Anak di Era Millenial

0
550


Zaman yang berbeda, merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua. Orangtua seharusnya memahami, pendidikan yang diterimanya dulu, belum tentu pas jika dipraktikkan di era saat ini. Semuanya sudah berubah, cara mendidik pun seharusnya berubah.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan bahwa orangtua dan dunia pendidikan haruslah memiliki kemampuan mendidik anak-anak sesuai zamannya. “Dunia pendidikan harus mendidik anak-anak kita untuk bisa menang di zamannya. Artinya bekal-bekal yang diberikan kepada anak-anak bukan bekal yang semata-mata pada pengalaman kita masing-masing di masa lalu, tetapi justru bekal yang dibutuhkan mereka di masa depan,” ujarnya.

Anies mengatakan bahwa pondasi terpenting bagi anak adalah karakter. Ia sedikit menyayangkan mengenai konsep pendidikan karakter yang dipahami saat ini. “Di era digital bahwa pendidikan karakter selama ini hanya dipahami sebagian besar masyarakat sebagai pendidikan moral. Padahal, menurutnya, pendidikan karakter kinerja tidak kalah penting untuk diajarkan dan dibiasakan kepada anak-anak,” jelasnya.

Menurutnya pendidikan karakter ini harus diajarkan sejak dini agar generasi tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan tak mudah terbawa arus perubahan yang negatif.

Orangtua Harus Melek Teknologi

Di era milenial yang serba digital, orangtua dituntut untuk ramah terhadap perkembangan teknologi. Dikutip dari laman ibudanbalita.com ada banyak cara yang dapat orangtua lakukan untuk memperkaya pengetahuan tentang digital.

Pertama, orangtua sebaiknya juga akrab dengan internet dan smartphone. Dengan mengetahui itu, orangtua akan memahami dan mengetahui hal-hal negatif dan positif dari smartphone dan internet.

Pun demikian dengan media sosial, bertemanlah dengan anak kita di akun tersebut dan kenali teman-teman nya. Sesekali cek riwayat koneksi internet nya, diskusi dengan mereka, dan ajak anak untuk menggunakan internet dengan bijak.

Siapapun termasuk anak akan mudah menerima masukan ketika sedang senang dan dalam suasana santai. Maka jangan melarang mereka ini itu dengan cara yang kurang disukai Ananda, misalnya dengan mengomel.Karena hal itu justru bisa membuat mereka seolah-olah menerima nasihat, padahal menolaknya. Lebih bahaya lagi jika mereka melakukan hal yang terlarang secara sembunyi-sembunyi.

Tak hanya harus melek dengan berbagai fitur gadget kekinian, sebagai orangtua yang mendidik anak di era milenial, juga harus melek terhadap games. Tanyakan games apa yang sedang dimainkannya. Periksa rating/peringkatnya. Dalam semua games, biasanya ada keterangan game ini untuk dewasa atau remaja.

Ada banyak games bajakan dengan harga terjangkau dan ratingnya sudah diubah atau tidak sesuai dengan sebenarnya. Misalnya yang tadinya rating M (mature) diubah menjadi T (oTeen).Orangtua bisa menanyakan darimana dia mendapatkannya.

Diskusikan dampak bermain games, terlebih jika dalam jangka waktu lama dan sering. Zaman sekarang tidak heran ya melihat anak balita jari jemari nya sudah piawai memainkan berbagai jenis gadget, selama berjam-jam. Padahal yang disarankan, untuk anak usia 4 tahun saja memainkan gadget tidak boleh lebih dari 10 menit.

Film atau TV juga perlu jadi perhatian. Pilih program edukatif yang cocok untuk anak. Karena tidak semua film kartun atau tayangan di televisi cocok/baik untuk anak. Sinchan misalnya, mencontohkan kelakuan anak yang nakal dan genit.

Film The Simpsons menampilkan kekerasan, Barbie menampilkan kecantikan dan kemewahan yang berlebihan, dan lain-lain nya. Untuk anak balita maksimum 2 jam per hari, sesekali bahas tayangan-tayangan tersebut dengan anak, apa yang mereka sukai, apa yang tidak. Mengapa mereka suka, mengapa tidak suka. Jika anak punya pemahaman yang salah, maka berilah pengertian yang benar.(Muf)

LEAVE A REPLY