Begini Cara Mengajarkan Puasa Sejak Dini

0
131

Mengajarkan anak untuk berpuasa sejak dini merupakan tantangan tersendiri bagi setiap orangtua. Perlu proses dan kesabaran tinggi agar buah hati menjalaninya dengan senang hati.

Perlu trik khusus, agar membuat ananda senang berpuasa. Karena jika nanda menyenanginya, akan memberinya kekuatan tersendiri intuk menjalankan ibadah di bulan penuh perkah ini.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mengajarkan anak berpuasa.

Sambut Ramadhan dengan Gembira

Orangtua sebaiknya sudah mulai menggaung-gaungkan ramadhan minimal satu bulan sebelum bulan mulia itu datang. Ayah-Bunda bisa mulai memberikan cerita-cerita menyenangkan kepada ananda tentang Ramadhan.

Kreativtas lain seperti menghias rumah, menyambut Ramadhn juga perlu. Jika itu terus dibiasakan dan dibudayakan, anak akan terus mempunyai kesan bahwa Ramadhan adalah bulan khusus dengan perlakuan khusus pula.

Lakukan Bertahap

Tentu saja sangat berat, jika kewajiban berpuasa orang dewasa diberlakukan sama dengan anak-anak. Butuh tahapan-tahapan yang dilalui hingga pelan-pelan anada bisa melaksanakan ibadah puasa sebagimana layaknya orangtuanya.

Melatih anak puasa Ramadhan dapat dimulai dari usia 5 tahun dengan berpuasa setengah hari terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan puasa penuh satu hari dalam satu bulan. Melatih puasa ini disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak. Ada yang melatih puasa Ramadhan dari mulai usia 5 hingga 10 tahun. Hal ini dilakukan agar anak-anak nantinya terbiasa dalam melakukan ibadah.

Beri Apresiasi

Memberi apresiasi pada anak saat mereka berhasil mencapai target merupakan hal penting. Misalnya, jika anak-anak berhasil mencapai target pertamanya, berpuasa hingga dhuhur, orangtua bisa memberikan hadiah, misalnya. Atau seminim-minimnya, orangtua memberikan pujian kepada ananda. Apresiasi itu, akan membuat kesan positif anak pada puasa, dan bulan Ramadhan. Setelah target pertama terpenuhi, bersiap-siaplah memberi tantangan berikutnya dengan apresiasi yang lain.

Beri Pemahaman Sederhana
Berikan anak pemahaman mengenai puasa dengan bahasa yang sederhana. Orangtua bisa menjelaskan mulai dari perintah Allah tentang puasa yang dikaitkan dengan kemurahan Allah subhanahu wa ta’ala. “Adik, jika berpuasa, Allah akan senang lo. Jika Allah senang, doa adik yang inngin mainan itu akan dipenuhi Allah.”

Pahamkan juga bahwa puasa baik untuk kesehatan. Dengan begitu anak akan merasakan bahwa puasa merupakan ibadah yang tak hanya berpahala namun juga memberikan kesenangan tersendiri. Ananda akan memahami bahwa puasa itu baik untuk dirinya dan dia butuh dengan puasa.

Mengalihkan Perhatian Jika Anak Merasa Lapar

Wajar, jika saat puasanya anak merengek meminta makan. Islam sangat memahami itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan bagaimana jika saat kita mengajarkan berpuasa, anak menangis karena lapar. Rasulullah bersabda, “Setelah adanya pengumuman itu, kami berpuasa juga mengajak anak-anak berpuasa. Kami juga mengajak mereka ke masjid dan memberikan mereka mainan dari kulit wol. Jika mereka menangis karena lapar kami sodorkan mainan sampai waktu buka puasa tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Disiplin dalam Kesepakatan

Dalam menjalankan puasa, buatlah kesepakatan-kesepakatan terhadap anak. Di dalamnya, ada punishment dan reward. Oranngtua harus disiplin dengan kesepakatan-kesepakatan yang ada. Sikap disiplin orangtua sangat menentukan dalam pembentukan kebiasaan beribadah pada anak. Sekali saja orangtua longgar, atau tidak disiplin, akan menjadi perhatian tersendiri bagi anak. Dia akan belajar melanggar kesepakatan.  (Muf)

 

LEAVE A REPLY