Begini Cara Mengenali Bakat Anak

0
143

Bagi orangtua, mengenal bakat anak adalah keniscayaan. Berbagai cara pun dilakukan orangtua untuk mengenal bakat anaknya itu. Lalu bagaimana cara yang sohih untuk untuk mengetahui bakat anak.

Fenomena yang terlampau berkembang di masyarakat ialah pemikiran bahwa minat dan bakat anak sudah terlihat sejak ia masih kecil. Bila anak suka olahraga, orangtua lantas menyebut anak adalah calon atlet. Begitu pun bila anak terlihat suka difoto dan menyanyi, maka anak dinilai sangat berminat menjadi artis atau penyanyi.

Ada kalanya hal tersebut benar. Tetapi ada pula yang berpandangan bahwa hal demikian bisa saja keliru. Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog Anak Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), sebagaimana dirilis dari situs nova.grid.id,  bahwa sebelum anak menginjak usia pubertas, amatlah penting untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk mengenali berbagai bidang.

Senada pandangan dengan Vera Itabiliana hadiwidjojo, Seto Mulyadi, seorang pakar parenting dan pendidikan anak mengatakan bahwa anak memiliki bakat dan potensinya tersendiri. “Semua anak pada dasarnya dilahirkan cerdas. Perlu peran aktif orangtua untuk mengetahui potensi anak sejak dini agar bisa mendidik dan mendorong anak sukses dengan bidang yang menjadi potensi atau kesukaannya tersebut,” katanya sebagaimana dikutip batampos.co.id, dalam acara seminar bersama orangtua murid dan siswa di sekolah Permata Harapan, Simpang Basecamp, Sagulung, Sabtu (30/9).

“Tidak ada anak yang bodoh. Yang perlu kita perhatikan sebagai orangtua adalah memahami kemampuan anak sejak dini. Anak suka gambar jangan paksakan jadi penari. Biarkan anak berkembang sesuai bakat dan kelebihannya itu. Kita orangtua hanya perlu mendukungnya,” ujar pria yang akrab disapa kak Seto ini.

Ada kalanya anak yang berbakat akan cepat belajar dan cepat cepat menguasai apa yang ia tekuni dan yang ia minati.  Bila anak tidak menunjukkan perilaku seru jangan terburu-buru menghakimi bahwa itu bukanlah bakat dan minatnya. Stimulasi anak agar melakukan berbagai macam aktivitas.

Nasehat berharga bagi para orangtua dari Kevin Steede Ph.D, seorang psikolog Amerika Serikat dalam bukunya 10 Kesalahan Orangtua dalam Mendidik Anak. Ia mengatakan bahwa anak-anak semestinya didorong untuk menggali minat mereka sendiri, bukan minat yang diharapkan dari orangtua. Walaupun kita bisa memetik keuntungan besar yang akan diperoleh dengan memberi dorongan kepada anak untuk memilih bakatnya, tetapi masih banyakorangtua yang masih memaksa anak-anaknya untuk menggeluti suatu bidang yang nyata-nyata tidak diminati oleh anak-anaknya.

Biasanya orangtua demikian hanya melihat ‘kesuksesan’ belaka, baik kesuksesan pada dirinya atau orang lain. Mereka ingin melihat kesuksesan seperti itu pada diri anak, walaupun dengan cara memaksakannya. Atau, barangkali orangtua yang seperti itu karena ’kurang sempurna’ di suatu bidang sehingga memaksa anaknya agar mengimbangi kekurangan itu. Orangtua dengan motivasi yang baik justru akan memperkaya hidup mereka dengan berpartisipasi dan menikmati hal-hal yang diminat oleh anaknya. (Aby)

LEAVE A REPLY