Begini Cara Rasulullah Mendidik Anak

0
116

Tak hanya menjadi teladan dalam urusan akidah dan akhlaknya, namun Rasulullah juga menjadi teladan dalam mendidik anak-anaknya. Berikut cara-cara Rasulullah dalam mendidik anak yang patut kita teladani.

Bersikap Adil terhadap Anak Laki-laki dan Perempuan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membeda-bedakan antara anak laki-laki dan perempuan. Bukan berarti anak laki-laki derajatnya lebih tinggi dari perempaun ataupun sebaliknya.

Dalam suatu hadist dijelaskan, dari Nu’man bin Basyir, beliau pernah datang kepada Rasulullah lalu berkata, “Sungguh, aku telah memberikan sesuatu kepada anak laki-lakiku yang dari Amarah binti Rawwahah, lalu Amarah menyuruhku untuk menghadap kepadamu agar engkau menyaksikannya, ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah bertanya, “Apakah engkau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anakmu yang lain?” Ia menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu diantara anak-anakmu.”  Nu’man pun mencabut kembali pemberiannya.” (HR. Bukhari).

Ajarkan Berpakaian Sesuai dengan Syariat

Bagi anak perempuan, Rasul juga memberikan pendidikan tentang bagaimana menjadi muslimah yang baik dengan cara berpakaian secara islami. Yakni mengenakan pakaian longgar dan berjilbab syar’i.

Diriwayatkan dari Aisyah radiallahu ‘anha: bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan kondisi ia berpakaian pendek, maka berpalinglah Rasulullah seraya berkata, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya).” (HR. Abu Daud)

Ajarkan Batasan Pergaulan Laki-laki dengan Perempuan

Hal ini dilakukan untuk membentengi anak agar menjauhi zina. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan tentang batasan-batasan berteman antara laki-laki dan perempuan, tentang pentingnya menjaga pandangan, dan lain sebagainya yang mampu menjaga fitrah anak dari dosa dan fitnah.

Ajarkan Pekerjaan Rumah Tangga untuk Anak Perempuan

Rasulullah juga mengajarkan perihal pekerjaan rumah tangga untuk anak perempuan, seperti memasak, mencuci baju, dan membersihkan rumah. Hal ini penting mengingat kodrat perempuan dalam islam adalah menjadi ibu rumah tangga dan istri yang sholehah, bukan menjadi pencari nafkah.

Bersikap Lemah Lembut terhadap Anak

Walaupun Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah pemimpin umat muslim. Namun beliau tidak pernah sombong ataupun bersikap semena-mena terhadap keluarganya. Beliau justru menunjukkan akhlak yang baik dan lemah lembut. Kepada anak-anaknya, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sering memanggil mereka dengan sebutan yang indah, menggendong dan mengusap kepala mereka.

Aqra’ bin Habis, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tak satu pun kuciumi di antara mereka.” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi.

Tidak Memisahkan Anak dengan Ibunya

Abu Ayyub lalu mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

Memberikan Hadiah

Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau bersabda, “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan (hadiah) ini. Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.” (Majmu’uz Zawaid).

Fatimah Az-Zahra yang merupakan wanita sholehah dengan segala keistimewaannya. Zainab yang memiliki tabiat ibu teladan sepanjang massa. Ruqayyah sebagai istri sholehah dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Mereka adalah anak-anak yang dididik oleh Rasulullah berdasarkan syariat Islam. Keteladanan beliau merupakan ‘kiblat’ kita dalam mendidik anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. (Din)

 

LEAVE A REPLY