Begini Ciri Karakter Anak Bermasalah

0
152

Tahukah anda bahwa sangat mudah untuk mendeteksi anak yang bermasalah. Ada beberapa karakter khusus yang memperlihatkan bahwa anak memiliki masalah dalam hidupnya. Apa saja ciri karakter anak bermasalah ? berikut ulasannya.

Ada banyak karakter yang menunjukkan bahwa anak tersebut merupakan anak yang bermasalah. Yang mudah dilihat seperti dari perilakunya yang membangkang. Anak yang bermasalah akan terbentuk menjadi anak yang membangkang, semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. Pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang dapat dilakukan adalah memahaminya dan sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang.

Kurang Terbuka Pada Orangtua

Saat orangtua bertanya “Bagaimana sekolahnya?” Anak menjawab “Biasa saja”, menjawab dengan malas, namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah pada saat ini dapat dikatakan figur orangtua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dan lain-lain). Saat ini terjadi, sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai mengganti pendekatan yang dilakukan.

Menanggapi Negatif

Saat anak mulai sering berkomentar “Biarkan saja, dia memang jelek kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak.

Menarik Diri

Saat anak terbiasa dan sering menyendiri, asyik dengan dunianya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). Pada kondisi ini, sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya.

Menjadi pelawak

Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah.

Anak yang terlahir tidak ada yang tiba tiba langsung bermasalah, kecuali didahului oleh proses buruk sebelumnya seperti pola asuh atau pendidikan yang keliru, tiadanya figur atau keteladanan orang-tua, konflik orang-tua yang kronis, serta pengalaman buruk di masa lalu seperti trauma kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kehilangan orang yang dicintai akibat perceraian, akibat di bully di sekolah, pelecehan seksual dan lain sebagainya.

Untuk pencegahannya, orangtua berperan menjadi orangtua terbaik dalam mendidik karena salah satu faktor anak menjadi bermasalah juga bisa terjadi akibat pola asuh yang salah dari orangtuanya.(Muf)

LEAVE A REPLY