Berteman dengan Sesama Orangtua Sangat Bermanfaat, Tapi…

0
241

Tak hanya menyenangkan, berteman dengan sesama orangtua siswa akan mendatangkan banyak manfaat. Namun jika tidak diwaspadai, dampak buruk turut akan menyertai apabila tak mampu mengontrol lingkungan pertemanan.

Berbagi Cerita Seputar Anak

Sharing tentang perkembangan anak beserta keluh kesahnya itu penting. Hal ini dapat dilakukan dengan sesama orangtua. Ketika orangtua murid sedang berkumpul misalnya, biasanya akan berbagi informasi mengenai tahap kembang, prestasi, dan kegiatan anak. Masing-masing orangtua dapat berbagi cerita maupun berkeluh kesah.

Dilansir dari klikdokter.com, membangun relasi dengan sesama orangtua murid dapat menjadi wadah solutif. Jika ada masalah, sesama orangtua akan saling memberikan semangat satu sama lainnya. Hal ini juga dapat mengurangi rasa tidak percaya diri orangtua dalam mendidik anaknya.

Tidak Ketinggalan Informasi

Orangtua dapat melakukan back up informasi melalui relasi sesama orangtua. Sebab biasanya anak tak menyerap seluruh informasi terbaru terkait sekolah yang disampaikan gurunya. Sehingga tak ada salahnya bergabung dengan grup WhatsApp sesama orangtua murid di sekolah. Dengan demikian, Bunda tidak akan ketinggalan informasi menyangkut peraturan baru sekolah, foto-foto kegiatan si kecil di sekolah, agenda terbaru sekolah, dan sebagainya.

Membantu Mengurangi Stres

Setiap orangtua dapat menghadapi masalah yang sama. Misalnya, tak punya waktu untuk diri sendiri karena sibuk dan sebagainya. Namun, dengan berbicara atau melakukan kegiatan bersama dengan mereka yang bernasib sama tentunya akan melegakan perasaan dan memberikan kenyamanan.

Hati-hati, Tak Selamanya Berdampak Positif

Berteman dengan sesama orangtua tak selamanya berdampak positif. Simak dampak negatif yang juga mungkin terjadi.

Terbawa Arus

Hampir setiap perkumpulan pasti pernah memiliki konflik tertentu. Hal tersebut sangat wajar terjadi. Mengapa? Karena setiap individu dalam perkumpulan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Perbedaan pendapat pun sangat mungkin terjadi. Inilah asal muasal konflik.

Schoolofparenting.id menyarankan, saat timbul gesekan seperti ini, cobalah untuk bersikap netral. Jangan membela salah satu kelompok. Jangan membuat suasana konflik makin keruh. Berpartisipasilah secara netral.

Orangtua juga dapat mengambil positifnya dan membuang hal yang negatif. Ini penting untuk dilakukan ‘Ibu Pintar’. Sebab, terdapat pola-pola asuh kurang baik yang kita lihat dari orangtua lain. Nah orangtua harus cermat mengadopsi pola asuh yang benar ya.

Membanding-Bandingkan Anak

Ketika sedang berkumpul dengan sesama orangtua murid, pastikan Anda tidak membanding-bandingkan anak. Pilih topik-topik yang netral dan menarik untuk semua orang. Jika memang harus membicarakan seputar kegiatan anak-anak, hindarilah saling membandingkan prestasi dan perkembangan anak.

Pembicaraan tentang prestasi anak hanya akan menimbulkan perasaan risih bagi orangtua lain. Lebih dari itu, hal tersebut bisa menimbulkan persaingan yang tidak sehat antara sesama orangtua murid. (Din)

LEAVE A REPLY