Cara Ampuh Menstimulasi Anak Cerdas Kinestetik

0
127

Anak yang cenderung tak bisa diam, selalu super aktif, dan sulit berkonsentrasi dengan satu hal yang sedang dilakukan seringkali diberi predikat ‘anak nakal’. Padahal, bisa jadi mereka yang cenderung aktif merupakan anak dengan kecerdasan kinestetik. Berikut ini cara ampuh menstimulasi dan mengembangkan anak yang memiliki kecerdasan kinestesik.

Kecerdasan kinestetik ditandai dengan kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek. Si Kecil suka berekspresi dalam mimik atau gaya, atletik, menari, kuat, dan terampil dalam motorik halus, koordinasi tangan dan mata, motorik kasar dan daya tahan.

Dokter Fiona Amelia MPH menuliskan di klikdokter.com bahwa Anak dengan kecerdasan kinestetik tentu membutuhkan metode belajar yang ‘aktif’ seperti dirinya. Anak dengan kecerdasan kinestetik lebih cepat bosan dengan gaya belajar yang hanya duduk diam dan mendengarkan pelajaran.

Ia juga menjelaskan bahwa anak dengan kecerdasan kinestetik menyukai gaya belajar dengan menggunakan objek, melakukan eksperimen dan tugas fisik yang dilakukan secara berulang. Salah satu caranya adalah melalui gerak tubuh atau kinestetik atau biasa disebut mover.

Umumnya, anak dengan kecerdasan kinestetik yang tinggi lebih mahir dalam bidang olahraga dan seni yang menggunakan gerak tubuh seperti menari atau berakting. Ia juga mahir menggunakan instrumen/objek. Anak dengan kecerdasan kinestetik membutuhkan proses belajar melalui sentuhan, tindakan, gerakan dan aktivitas yang bersifat hands-on.

Ajak Anak Beraktivitas Fisik

Ajak anak untuk beraktivitas fisik. Minta anak meniru gerakan Anda. Aktivitas dapat berupa melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, membersihkan tempat tidur, atau olahraga. Setelah selesai, minta anak menceritakan yang dirasakan dan menjelaskan prosesnya.

Beri Ruang dan Waktu untuk Bergerak

Beri ruang dan waktu untuk bergerak. Perdengarkan musik yang disukai anak dan mintalah untuk mengikuti irama musik tersebut. Letakkan barang-barang yang mudah rusak atau pecah di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak. Usahakan agar tidak banyak memberikan larangan.

Ajarkan Konsep dan Pengenalan Objek Melalui Gerakan

Ajarkan konsep-konsep atau pengenalan objek melalui gerakan. Misalnya menjelaskan anggota tubuh dengan menunjuk atau memegangnya. Atau menjelaskan konsep ‘panjang’ dan ‘pendek’ dengan gerakan.

Bawa ke lingkungan atau tempat yang baru serta luas. Ketika liburan atau ada waktu luang, Anda dapat mengajak anak ke tempat yang memungkinkannya untuk bereksplorasi melalui gerakan atau memegang objek-objek di tempat tersebut, seperti di taman bermain, tempat olahraga, atau arena seni.

Rangsang Melalui Permainan yang Berunsur Pengulangan Gerak

Rangsang anak melalui permainan yang membuatnya membangun atau memperbaiki sesuatu, misalnya membuat istana dari pasir atau lilin, bermain balok, melipat kertas, atau menambal barang yang rusak. Ini memungkinkan anak belajar lebih intensif dibanding sekadar melakukan atau menirukan sesuatu. Orangtua juga dapat membantu anak mengeksplorasi hobinya, seperti mendorongnya berpartisipasi dalam kompetisi olahraga atau seni pertunjukkan.(Muf)

 

LEAVE A REPLY