Cara Ini Ampuh Agar Anak Disiplin dalam Ibadah

0
130

Meminta anak beribadah memang tidak mudah. Butuh trik khusus.  Berikut cara ampuh yang bisa digunakan agar anak bisa kerajingan ibadah.

Islam menempatkan anak sebagai aset yang sangat berharga. Anak akan menjadi saluran pahala yang tidak terputus jika sholih. Pahalanya terus mengalir saat ia beribadah dan beramal sholih kepada orangtuanya tanpa terputus. Sebaliknya, ia pun bisa menjadi media yang menambahkan dosa kita jika selalu bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Beri Contoh

Tidak bisa tidak, memberi contoh adalah hal pertama dan utama yang harus dilakukan orangtua. Semua hal yang dilakukan orangtua, baik yang disengaja atau tidak akan bernilai di depan anak, mulai dari cara makan, cara berbicara, bagaimana memperlakukan waktu, hingga kedisiplinan orangtua untuk beribadah.

Rasanya mustahil, jika orangtua meminta anaknya untuk rajin beribadah, namun orangtuanya sibuk menonton TV. Orangtua harus jadi contoh pertama dan utama. Kebiasaan yang terus menerus dalam keluarga itulah yang kemudian secara tidak langsung menjadi norma yang harus dipatuhi. Jika orangtua terbiasa segera berangkat ke masjid ketika mendengar adzan, itu pula yang akan dilakukan anak sampai ia dewasa.

Beri Hadiah

Keikhlasan seringkali tidak bisa muncul dengan sendirinya, apalagi untuk seusia anak. Butuh stimulan khusus untuk menumbuhkan semangat beribadahnya, lalu pelan-pelan orangtuanya memberikan edukasi tentang pentingnya keikhlasan.

Cobalah memberi apresisi setiap kali anak bersedia melakukan ibadah. Seperti contohnya, jika ananda berhasil berpuasa hingga maghrib, berikan apresisi dalam bentuk apapun. Apresiasi, tak harus hadiah berupa barang dengan harga mahal. Memberinya pujian atau sekadar mengajaknya jalan-jalan ke taman juga merupakan apresiasi.

Anda mungkin juga membuat kesepakatan dengan ananda, jika ia berhasil, ia akan dapat hadiah tertentu. Misalnya jika nanda berhasil berpuasa 30 hari penuh tanpa lobang, Anda member tambahan uang saku sebesar Rp. 200.000 misalnya. Setelah mereka berhasil melampauinya, hadiah berupa materi itu pelan-pelan dikurangi, sampai kemudian dihilangkan seraya memberinya pemahaman tentang orientasi ibadah yang hanya ditujukan kepada Allah ta’ala.(ipw)

LEAVE A REPLY