Cara Jitu Hadapi Anak Remaja yang Pemalas

0
144

Orangtua mulai kelabakan menghadapi anak ketika mereka mulai memasuki masa remaja. Terutama saat anak masuk masa pubertas. Anak sudah sulit diarahkan apalagi sampai mengesampingkan tugas-tugas disekolah. Kemalasan yang mulai jadi penyakit, kerap membuat orang tua marah dan kesal. Lalu bagaimana cara menghadapinya?

Memang semua ini kelihatannya beban yang sangat besar, tetapi anak remaja Anda tidak seharusnya hanya tidur-tiduran di rumah, tidak mengerjakan tugas rumah, atau bolos mengerjakan PR. Kemalasan remaja umumnya dapat diperbaiki dengan membuat dan menegakkan aturan yang jelas, memotivasinya untuk menyelesaikan tugas rumah dan komitmen lainnya, dan membicarakan isu atau masalah yang timbul di sekolah atau rumah.

Ada beberapa tips bagaimana menghadapi anak kita yang sudah mulai menginjak remaja, mari simak tips dibawah ini:

Jadilah Pendengar yang Sabar.

Hindari berasumsi atau mengganggu anak ketika ia sedang bicara. Ajak ia bicara mengenai hidupnya dengan menanyakan pelajaran di sekolah atau ujian yang baru saja dijalani. Catat jawabannya dan biarkan dia bicara.

Buat diskusi dua arah. Kalau Anda memperlihatkan bahwa Anda peduli terhadap pikiran dan opininya, ia akan lebih percaya diri untuk bersikap terbuka dan jujur dengan Anda. Izinkan dia bertanya dan biarkan dia berpikir.

Pembuka pembicaraan yang baik: “Bagaimana tadi di sekolah?” “Latihan bolamu bagaimana?” “Pestanya seru, nggak?”

Beri tahu anak Anda bahwa Anda peduli dan mau mendengarkan cerita hidupnya. “Kamu selalu bisa bicara dengan Mama/Papa kalau ada masalah.” “Papa/Mama mau dengarkan kamu, kok.” “Kalau kamu bicara, Papa/Mama mau dengar.”

Tanyakan Jadwal Tidur Anak

Banyak anak remaja yang tampak malas atau terdistraksi, padahal mereka hanya kurang tidur. Tidak seperti orang dewasa, anak remaja secara biologis lebih cenderung akan tidur lebih malam dan bangun lebih siang (tengah pagi dan bukan awal pagi). Kalau anak remaja Anda dipaksa bangun pukul 7 atau 8 pagi untuk pergi sekolah dan belajar, siklus tidur alaminya akan terganggu. Ia akan tampak malas, disorientasi, dan tidak termotivasi, gejala-gejala kurang tidur.

Dengan demikian, anak Anda perlu tidur pada waktu yang tepat agar dapat mencapai kebutuhan tidur 8 jam per hari. Tidur 8 jam tersebut dapat mengisi kembali energi tubuh anak Anda agar siap menjalani hari.

Bicarakanlah pola dan jam tidur reguler anak Anda. Siklus tidur alami anak Anda akan terbantu dengan waktu tidur yang konsisten setiap hari (termasuk akhir pekan). Tubuhnya akan cukup istirahat. Sebagai contoh, kalau anak Anda harus bangun jam 7 pagi, 5 hari per minggu, anak Anda perlu tidur jam 22:30 agar tidur 8 jamnya cukup. Konsistenlah dengan jam tidur ini, termasuk pada akhir pekan, agar pola tidurnya tak terganggu.

Jelaskan Alasan Tentang Perlunya Menyelesaikan Tugas dan Komitmen

Banyak anak remaja yang malas ketika diminta mengerjakan tugas rumah karena mereka tidak memahami alasan/kepentingan di balik tugas tersebut. Mereka mungkin berpikir seperti ini: Memang kenapa kalau saya tidak membuang sampah atau membersihkan kamar? Pentingnya apa?

Sebagai orang tua, kewajiban Anda adalah menjelaskan bahwa sebenarnya memang ada tugas-tugas yang Anda tidak ingin lakukan, dan kadang-kadang Anda lebih ingin melakukan hal-hal lain. Akan tetapi, tugas-tugas itu memang perlu diselesaikan, agar Anda menjadi anggota keluarga yang bertanggung jawab.

Perlihatkan betapa pentingnya kerja sama antara setiap anggota keluarga untuk menyelesaikan tugas rumah secara adil. Jelaskanlah bahwa sebenarnya Anda juga tidak selalu suka mengerjakan tugas rumahan, tetapi tugas-tugas itu memang perlu dikerjakan agar semua orang mendapatkan manfaatnya. Dengan demikian, anak remaja Anda semoga akan mengerti alasan di balik tugas rumah. Ia akan termotivasi untuk mengerjakan bagiannya sebagai anggota keluarga.

Cari Tahu Masalah yang Mungkin Ada di Rumah atau Sekolah.

Rasa malas bisa timbul sebagai gejala masalah lain, seperti kurang tidur, depresi, stres, atau konflik internal lainnya. Jika anak remaja Anda tampak lebih malas dibanding biasanya dan menampakkan gejala-gejala depresi atau kegelisahan, bicarakanlah hal ini baik-baik. Namun, jika Anda khawatir mengenai gejala depresi atau kegelisahan anak Anda, hubungilah seorang psikiater, dokter, atau konselor.(Muf)

 

LEAVE A REPLY