Ini Aktivitas Rasulullah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

0
194

Ramadhan sudah tinggal menghitung hari. Masih ada sisa 10 hari lagi untuk menggenjot amal. Rasululullah pun sudah memberi  contoh aktivitas yang dapat dilakukan di 10 hari terakhir ramadhan. Berikut ini ulasan aktivitas rasulullah di 10 hari terakhir ramadhan.

Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Dikutip dari laman republika, Prof. KH. Ahmad Satori Ismail, Guru Besar Universitas Islam Negeri Ciputat ini menjelaskan bahwa di 10 hari terakhir, Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam lebih bersemangat dalam menunaikan berbagai macam ibadah dibandingkan hari-hari lainnya. “Hal ini seperti yang dijelaskan dalam hadits riwayat muslim,” paparnya.

Dalam hadis lain disebutkan, bila memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam menyingsingkan lengan baju, menghidupkan seluruh malamnya, dan membangunkan keluarganya. (HR Bukhari. Lih. Shahih Bukhari Juz II hal 711).

Hidupkan Malam untuk Beribadah

Menghidupkan malam-malamnya untuk beribadah, shalat, zikir, dan lain-lain. Dalam riwayat an-Nasa’i dari Siti Aisyah ia berkata, “Aku tidak melihat Rasulullah  membaca Alquran atau shalat sepanjang malam sampai pagi selain bulan Ramadhan.”

Membangunkan Keluarga untuk Tegakkan Shalat

Kedua, membangunkan keluarganya untuk menegakkan shalat. Sebagaimana diriwayatkan Bukhari dari Siti Aisyah, Rasul shallallahu’ alaihi wa sallam membangunkan keluarga di malam hari bukan khusus pada bulan Ramadhan saja, tetapi pada 10 hari terakhir lebih rajin dan bersegera untuk membangunkan keluarga. Sufyan ats-Tsauri mengatakan, “Apabila memasuki 10 hari terakhir beliau bertahajud, bersungguh- sungguh, dan membangunkan keluarganya dan anak-anaknya untuk shalat bila mereka mampu.”

Menyingsingkan Lengan Baju untuk Ibadah

Ketiga, menyingsingkan lengan baju untuk beribadah sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Maksud nya, beliau menjauhi istrinya agar tekun beribadah dan ketaatan untuk membersihkan jiwanya dari berbagai kotoran.

Pria yang pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia ini (Ikadi) memaparkan bahwa yang dimaksud menyingsingkan lengan baju maknanya  adalah siap beribadah dengan sungguh-sungguh lebih dari biasanya atau tidak mengumpuli istrinya demi konsentrasi untuk shalat dan zikir. Rasulullah salallahi alaihi wa sallam menghidupkan seluruh malamnya dengan qiyam, tilawatul Quran, zikir dengan hati, lisan, dan anggota badan karena mulianya malam-malam ini dan untuk menanti Lailatul Qadar.

I’tikaf di Masjid

Keempat, menunaikan iktikaf di masjid. Rasulullah senantiasa beriktikaf di 10 hari terakhir sampai beliau wafat. (HR Bukhari dan Muslim). Beliau beriktikaf untuk menggapai Lailatul Qadar, tekun secara total untuk menghidupkan malam-malamnya dalam munajat, zikir, dan berdoa. Beliau mengkhususkan tikar yang agak jauh dari yang lain agar lebih khusyuk.

Tilawah Al Quran

Kelima, di antara amalan penting lainnya adalah tilawatul Quran dengan tadabur dan khusyuk. Beliau mengkhatamkan Alquran minimal dua kali pada bulan Ramadhan.

Demikian aktivitas yang Rasulullah sudah contohkan untuk mengoptimalkan 10 hari terakhir Ramadhan. Semoga bermanfaat.(Muf)

 

LEAVE A REPLY