Ini Penyebab Malas Belajar pada Ananda

0
132

Penyakit malas bisa menyerang siapa saja. Padahal Islam sangat membenci penyakit itu. Dengan mengetahui penyebabnya, orangtua bisa mengantisipasi munculnya kemalasan belajar pada ananda.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan malas sebagai tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Ini tentu saja sebuah bahaya yang mengincar semua orang. Menghancurkan karakter seseorang dari dalam dirinya sendiri. Ananda akan sangat rentan dihinggapi rasa atau perilaku ini jika orangtua tidak peka terhadap Ananda.

Sementara itu, Edy Zaqeus seorang founder dari “Edy Zaqeus Institute” yang menangani masalah kepenulisan turut mengartikan malas sebagai keenganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Dari definisi tersebut sifat malas dapat mengkhawatirkan setiap orangtua tentunya jika Ananda memiliki sifat tersebut.

Islam sangat melarang sifat malas berdiam dalam diri setiap muslim. Terdapat doa yang diajarkan Rasulullah dalam Hadits Riwayat Abu Dawud , Rasulullah bersabda, “Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepadaMu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepadaMu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepadaMu dari tekanan hutang dan kedzaliman manusia.” Doa tersebut merupakan bentuk kasih sayang Rasulullah kepada umatNya agar dilindungi dari sifat malas oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kemudian, dituliskan oleh Firman Pratama seorang penemu metode Alpha Telepathy dan Alpha Mind Control penyebab malas ada 5 sebab yaitu, sebagai berikut.

Mencontoh Orangtua

Ananda akan dengan mudah meniru kebiasan orang terdekatnya, terutama orangtuanya. Hal ini terjadi karena intensitas pertemuan ananda dengan orangtua sangat besar. Kebiasaan yang dilakukan orangtua akan mengiternalisasi pada ananda menjadi sebuah nilai sebagai pijakan untuk melakukan sesuatu, termasuk kemalasan. Karenanya, orangtua harus berhati-hati atas apa yang disampaikan dan dilakukan.

Reward, Sangat Menyenangkan Ananda

Ananda terkadang melihat dunia penuh dengan kesenangan dan candaan. Kadang, mereka merasa orangtua memaksa mereka belajar. Tentu persepsi orangtua dan Ananda bertolak belakang. Untuk itu, orangtua harus mengondisikan dunia anak tidak terkesan memaksa. Contohnya, dengan memberi Ananda hadiah kecil ketika ia sudah mencapai sesuatu. Hadiah tak harus mahal, karena inti dari memberi hadiah adalah apresiasi.

Cara yang Membosankan

Sebenarnya mengajak Ananda diperlukan trik khusus. Cobalah untuk masuk ke dunia Ananda. Jangan paksakan Ananda untuk belajar hanya di depan meja belajar. Buatlah se-fleksibel mungkin belajar bisa di mall, di masjid, atau dimanapun. Orangtua haruslah membangun dunia kreatif Ananda agar ia tidak bosan-bosannya belajar.

Tidak Ditemani

Penyebab ini sering terjadi. Banyak orangtua tidak mau menemani Ananda saat belajar. Apalagi, jika Ananda berhadapan dengan pelajaran yang ia sulit pahami atau ketika Ananda bertanya malah orangtua dengan entengnya menjawab “Tidak tahu.” Ini yang akan terekam dalam otak Ananda dengan membuat pandangan “Orangtua saja tidak tahu tapi tetap bisa hidup”.

Oleh karenanya, sebagai orangtua harus sadar bahwa mereka memegang peran penting yang membuat Ananda dapat malas atau rajin belajar. Bagi para orangtua mari ubah sikap-sikap kita kepada Ananda, agar Ananda dapat menjadikan orangtuanya sebagai teladan yang baik. (ipw)

LEAVE A REPLY