Inilah Ragam Parenting Style Beserta Kekurangan-Kelebihannya

0
191

Ada banyak parenting style yang kerap dilakukan para orangtua. Yang manakah parenting style ala Bunda? Adakah manfaat dan dampak yang menyertai?

Psikoma.com menuliskan adanya tiga gaya parenting yang dilakuakan para orangtua. Simak penjelasan berikut.

Otoriter

Pola asuh satu ini menekankan pada disiplin dan kepatuhan anak terhadap orangtua. Gaya satu ini lebih banyak menerapkan aturan-aturan yang ketat dan kaku, serta mengedepankan hukuman ketika ada aturan yang dilanggar.

Pola asuh satu ini biasanya menerapkan prinsip memberikan hukuman ketika anak melanggar aturan. Hukuman yang diberikan lebih bersifat aversif, bisa berupa dipukul, dikurung di dalam kamar, kekerasan, dan hukuman lain yang banyak mengarah kepada hukuman fisik.

Kelebihan pola asuh otoriter antara lain, anak cenderung patuh terhadap aturan, lebih kecil kemungkinan bagi anak untuk  membangkang pada orangtua, disiplin pada anak meningkat, serta pola hidup anak cenderung tersusun dan terjadwal.

Di sisi lain, kekurangan pola asuh otoriter antara lain kemungkinan anak berbuat kekerasan di luar lingkungan keluarga meningkat, kemudian anak merasa takut terhadap figur orangtua, serta anak tumbuh menjadi individu yang rigid dan kaku. Kalaupun ia menurut, bisa jadi muncul semata-mata karena ketakutan pada orangtuanya.

Permisif

Jenis dari parenting style yang satu ini merupakan kebalikan 180 derajat daripada otoriter. Apabila pada pola asuh otoriter cenderung mekekang anak dengan aturan–aturan yang mengikat dan tidak dapat diganggu gugat, maka pada ola asuh permisif ini cenderung membebasakan anak.

Dalam artian orangtua memberikan kebebasan bagi anaknya untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Pola asuh ini merupakan pola asuh yang paling jarang, atau bahkan tidak pernah menerapkan adanya hukuman bagi anak.

Kelebihan pola asuh permisif antara lain kebutuhan anak tercukupi, karena hampir semua kemauannya dikabulkan oleh orangtu. Kemudian anak akan merasa nyaman berada di lingkungan keluarga.

Sedangkan kekurangan pola asuh permisif antara lain anak menjadi kurang menghargai aturan, anak menjadi cenderung manja, karena semua yang diinginkan diberikan. Serta hal yang paling tidak diinginkan adalah anak menjadi kurang patuh, kurang ajar, dan mau menang sendiri di lingkungannya dan menjadi cenderung egois.

Sementara itu, id.womenhealthguide.net juga menuliskan kekurangan dari gaya parenting satu ini. Ketika aturan ditetapkan tetapi tidak ditegakkan, hukuman diancam tetapi tidak dilakukan, maka anak-anak hanya belajar bahwa orangtua tidak bermaksud menjalankan apa dikatakan.

Otoritatif

Pola asuh satu ini merupakan jenis parenting style yang lebih mengedepankan demokrasi. Orangtua memiliki peran dalam membuat aturan dan juga hukuman, namun tetap memberikan kesempatan bagi anak-anaknya untuk mengungkapkan pendapatnya.

Pola asuh ini lebih mengedepankan penghargaan terhadap keputusan yang dibuat oleh anak. Mendiskusikannya, dan tidak langsung menyetujuinya, seperti layaknya pola asuh permisif, atau memukul si anak seeperti layaknya pola asuh otoriter.

Namun demikian, pola asuh otoritatif ini juga memiliki hukuman-hukuman pada anak, dan tidak serta merta melepas anak begitu saja dengan kebebasannya. Pola asuh otoritatif merupakan jenis parenting style yang efektif untuk membangun kemandirian pada anak, sekaligus meningkatkan kepatuhan anak dengan cara yang lebih baik, tanpa adanya kekerasan.

Kelebihan dari pola asuh otoritatif antara lain anak mampu untuk membuat keputusan sendiri, proses pengambilan keputusan pada anak tetap diawasi oleh orangtua. Serta anak belajar untuk menghargai orang lain, dan melihat baik buruknya suatu masalah atau keadaan

Kekurangan dari pola asuh otoritatif antara lain pola hukuman yang jarang diberikan, membuat anak kurang belajar menangani rasa bersalah. Anak juga bisa jadi terlalu tergantung pada orangtua.

Setiap gaya parenting memiliki kelebihan dan kekurangan. Karenanya, orangtua perlu memahami terlebih dahulu terkait dampak positif  dan negatif dari masing-masing gaya. Lebih bijak lagi, orangtua perlu mengintisarikan beberapa poin di atas dan menyesuaikan sesuai situasi kondisi terbaik bagi anak. (Din)

LEAVE A REPLY