Inilah Skill Yang Wajib Dimiliki oleh Seorang Guru

0
163

Kita tahu bahwa akhir tahun ini Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan diberlakukan di Indonesia. Karena itulah kompetensi harus ditingkatkan termasuk pada profesi guru. Di abad ke-21 ini ada sejumlah skill yang wajib dimiliki oleh seorang guru. Menurut Guru Blogger, Wijaya Kusumah, kemampuan tersebut adalah cara berpikir, cara bekerja, keterampilan untuk hidup di dunia serta alat untuk bekerja.

“Tidak semua guru berpikir kreatif, semua masih menunggu, masih pasif. Saya berharap ada guru-guru yang aktif dan berani untuk berpikir kreatif,” ungkapnya dalam diskusi pendidikan di Kemendikbud, Rabu (24/6/2015). Seperti yang dikutip dari okezone.com

Om Jay, sapaan akrab dari Wijaya Kusumah juga menuturkan bahwa guru juga perlu memiliki ketrampilan hidup yang wajib diajarkan kepada siswanya.

“Kalau yang lahir ada 1,5 juta tapi yang lulus sarjana hanya 500 ribuan orang, yang satu jutanya mau dikemanakan? Di sinilah peran guru agar dapat membekali anak-anak yang hanya lulus SMA itu,” tambahnya.

Pria yang aktif menulis blog itu juga menyoroti masih banyaknya guru yang gagap teknologi (gaptek), tidak hanya di daerah namun juga kota-kota besar. Menurutnya, masih banyak guru yang belum dilatih untuk menulis sehingga belum memiliki buku sendiri.

Dari laman cnnindonesia.com guru itu harus profesional dan memiliki kompetensi sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mengisyaratkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai bahwa guru haruslah orang yang memiliki insting sebagai pendidik, mengerti dan memahami peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

selain itu, guru juga berperan sebagai agen pembelajaran (learning agent) yang dalam hal ini berfungsi sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut:

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, sekurang-kurangnya meliputi (1) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, (2) pemahaman terhadap peserta didik, (3) pengembangan kurikulum/silabus, (4) perancangan pembelajaran, (5) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, (6) pemanfaatan teknologi pembelajaran, (7) evaluasi proses dan hasil belajar, dan (8) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup (1) berakhlak mulia, (2) arif dan bijaksana, (3) mantap, (4) berwibawa, (5) stabil, (6) dewasa, (7) jujur, (8) mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, (9) secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan (10) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, sekurang-kurangnya meliputi (1) berkomunikasi lisan, tulisan, dan/atau isyarat, (2) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional,(3) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik, (4) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan (5) menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan.

Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni yang sekurang-kurang meliputi penguasaan (1) materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampunya, dan (2) konsep-konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu. silahkan baca selengkapnya disini Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru.

Jadi dapat kita simpulkan disini, sebagai guru, kita harus mempunyai kesadaran tentang profesi kita. Kesadaran ini penting agar profesi tersebut bermakna bagi kita, keluarga, anak-anak, orang tua dan masyarakat, bahkan bangsa. Kekuatan kesadaran inilah yang menjadikan kegiatan kita selaku guru di masa depan terus bermanfaat, bernilai dan membawa kemajuan. (Yet)

 

LEAVE A REPLY