Jangan Beri Label Negatif pada Anak

0
202

Tahukah Anda, bahwa melabeli anak secara negatif dapat membuatnya berkembang sesuai label yang ditempelkan itu? Karenanya waspadalah terhadap panggilan atau sebutan yang kita lontarkan pada anak.

Menurut para ahli, pemberian label anak seperti, anak penakut, anak nakal, dan lain sebagainya dapat memberi stigma yang sangat membekas pada anak dan ini dapat mempengaruhi perkembangan konsep diri anak tersebut.

S.Z Enny Hanum, seorang psikolog Universitas Indonesia juga mengatakan bahwa memberi label atau cap pada anak apalagi jika dilakukan oleh seorang yang memiliki kedekatan emosi dengan dirinya akan membentuk konsep diri sang anak. Dengan label tersebut, ia melanjutkan, anak akan tersugesti dengan apa yang sering disampaikan oleh orangtuanya.

“Anak akan merasa bahwa label tersebut adalah imej dirinya. Meskipun kadang reaksi anak menolak tapi lambat laun anak akan mempercayai bahwa yang dilabel tersebut adalah dirinya,” ujarnya.

Maka dari itu, ia melanjutkan, orangtua sebaiknya memiliki pengendalian diri yang lebih agar mengontrol diri saat mengasuh anak. Ia kemudian menyarankan untuk lenih memilih label positif kepada anak seperti: anak rajin, anak kuat, anak pintar.

Meskipun demikian, pemberian label ini juga harus sesuai dengan kenyataan dan tidak melebih-lebihkan, meski terlihat sepele.  Hal itu dikatakan Anggia Christanti seorang konselor dan terapis  DEPTH (Deep Physics Tapping Technique). “Karena, pelabelan ini dapat memberi anak keegoisan yang tinggi merasa benar sendiri, pintar sendiri,” katanya.

Menurut Anggia, berlebihan dalam melabeli anak yang tak sesuai kenyataan bisa menumbuhkan egoisme dan kepercayaan diri yang berlebihan. Jika dibiarkan dan terus dilakukan, dampaknya bisa sangat serius, seperti perkelahian, tawuran, hingga tindakan kriminal lain. “Itu sejalan dengan egoisme mereka yang semakin meningkat,” jelasnya.

Namun ia kemudian tetap menyarankan untuk tetap memberi apresisasi kepada anak jimaia melakukan kebaikan. Karena, dia akan dibiasakan untuk menghargai apa yang orang lain lakukan kepadanya atau orang lain. Apresiasi itu bisa diwujudkan dalam bahasa verbal, pemberian label seperti, anak hebat, anak cerdas, dan seterusnya.

Pelabelan bisa berdampak positif atau negatif tergantung pada sisi mana itu digunakan. Apakah dari sisi positif atau negatif. Sebisa mungkin orangtua menghindari penggunaan kata-kata negatif. Namun, penggunaan kata-kata positif juga diperlukan, sesuai porsi dan sesuai kenyataan agar tidak berimbas pada keegoisan anak. (ilh)

 

LEAVE A REPLY