Kegiatan Praktik IPA: Siswa SD Kelas 6 Membedakan Campuran Homogen dan Heterogen

0
1611

 

Kali ini siswa-siswi kelas 6A sampai 6E SDIT Asy Syaamil melakukan kegiatan praktik IPA yaitu membedakan campuran homogen dan heterogen. Tujuan diadakan pengamatan yaitu untuk mengamati campuran homogen dan heterogen, memberikan informasi kepada siswa mengenai campuran homogen dan heterogen, memberi tahu tentang cara membedakan campuran homogen dan heterogen.

Definisi Campuran

Campuran adalah materi yang tersusun dari beberapa substansi murni, sehingga mempunyai sifat dan komposisi yang bervariasi.campuran dibagi menjadi 2 yaitu campuran homogen dan heterogen.

Campuran yang mempunyai sifat dan komposisi yang seragam pada setiap bagian campuran , tidak dapat dibedakan dengan melihat langsung. Campuran homogen adalah campuran dua zat atau lebih yang sudah tidak dapat terlihat lagi bidang batas antara zat-zat yang dicampurkannya atau serbasama, bidang batas tersebut tidak dapat terlihat bahkan dengan bantuan mikroskop sekalipun. Campuran homogen juga dapat disebut dengan nama lain, yaitu larutan.

Campuran homogen Ciri – cirinya:

Terdiri dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Biasanya, komponen yang lebih banyak jumlahnya disebut sebagai zat pelarut, sedangkan yang lebih sedikit disebut sebagai zat terlarut. Namun, jika larutan berwujud cair, maka komponen cair disebut sebagai zat pelarut.

Serba sama, tidak ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya, Tidak dapat disaring, Tidak terdapat lapisan (komponen padat dan cair tidak memisah)

Campuran Heterogen

Campuran yang mempunyai sifat dan komposisi yang bervariasi pada setiap bagian campuran, dapat dibedakan dengan melihat langsung. Campuran heterogen adalah campuran dua zat atau lebih yang masih terlihat bidang batasnya.

Campuran heterogen ciri – cirinya:

  1. Campuran memiliki dua fase
  2. Sifat-sifatnya tidak seragam.
  3. Dapat disaring dengan kertas saring biasa
  4. Memisah jika didiamkan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka, hasil campuran seperti larutan gula, larutan garam dapur, dan campuran kuning telur yang di aduk merupakan contoh dari campuran homogen. Karena memiliki sifat dan komposisi yang sama pada setiap bagian campuran dan tidak dapat dibedakan secara langsung, contoh:larutan gula akan memperoleh larutan yang rasa manisnya sama pada setiap bagian larutan.

Sedangkan hasil campuran seperti campuran susu bubuk, es campur ,dan campuran kuning telur yang tidak di aduk merupakan contoh dari campuran heterogen. Karena memiliki sifat dan komposisi yang bervariasi pada setiap bagian campuran dan dapat dibedakan secara langsung, contoh: campuran es campur memiliki rasa yang bervariasi pada setiap bagian campuran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY