Kiat Mendidik Anak Menjadi Hafidz Quran

0
128

Memiliki buah hati seorang hafidz  tentu menjadi harapan setiap orangtua terutama keluarga muslim pada umumnya. Pasalnya, memiliki anak seorang penghafal Al Qur’an ternyata memberi keutamaan bagi orangtua. Apa saja itu? Mari kita simak ulasan berikut.

Dalam sebuah hadist dari Buraidah Al Aslami r.a. ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah bersabda, “…Sementara itu, kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, ‘Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?’ Kemudian, dijawab, ‘Karena anakmu hafal Al-Quran,” (H.R Ahmad).

Dikutip dari laman lampuislam.com, berikut ini beberapa kiat mendidik anak menjadi hafidz Al Qur’an.

Mendengarkan Al Quran pada setiap kesempatan

Hal pertama yang dapat orangtua lakukan adalah mengenalkan Al Quran sejak dini kepada anak yaitu pada masa mereka masih balita. Tujuannya adalah agar setiap lantunan ayatnya tidak asing di pendengaran mereka. Teknik yang dilakukan supaya anak hafiz ini sama seperti saat kita mengajak anak untuk bisa berbicara yang dimulai dengan mendengar sesuatu dari orang tuanya. Sifat anak yang masih balita adalah mudah menyerap berbagai hal yang ada di sekitarnya. Terlebih jika hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Jadi perdengarkanlah lantunan ayat Al Quran dimanapun dan kapanpun.

Membaca Al Quran sejak bayi dalam kandungan

Bayi atau janin yang masih berada dalam kandungan memiliki kemampuan untuk mendengarkan lingkungan yang ada di luar tubuh sang ibu. Otaknya pun mampu berkembang dari sifat pendengarannya tersebut. Dengan sering mendegarkan Al Quran ataupun membacanya saat mengandung seorang anak, itu akan mempermudah anak dalam mengingat setiap ayatnya, kelak setelah balita karena secara tidak langsung ia akan memanggil memorinya yang dahulu saat ia berada dalam kandungan.

Jadilah contoh bagi anak

Mau tidak mau, orang tua akan menjadi cermin yang mempengaruhi perkembangan anak. Lalu bagaimana menjadikan seorang anak bisa menghafal Al Quran? Sebagai orang tua yang baik apalagi berkeinginan agar sang anak bisa mengahafalkan Al Quran mulailah menghafalkan Al Quran sekarang juga

Bijaksanalah meski dia malas menghafal

Sebagai orang tua kita sering menargetkan anak untuk bisa menghafal dalam waktu yang singkat dan intensitas hafalan yang terlalu tinggi pada anak. Ini karena orang tua ingin agar anaknya bisa melebihi kemampuan mereka atau setara dengan mereka. Namun orang tua sering lupa bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda sehingga realistislah dalam menentukan target untuk sang anak dengan tidak memaksakan ataupun memarahi anak saat anak malas menghafal. Terimalah saat anak malas untuk menghafal Al Quran dengan tetap memberikan kasih sayang yang tulus.

Konsisten

Seseorang yang sukses akan melakukan sesuatu secara tekun atau konsisten. Kita bisa mencontoh Thomas Alfa Edison yang menjadi penemu bola lampu listrik. Ia terus mengalami berbagai kegagalan hampir ratusan kali. Namun dengan konsistensinya, akhirnya dia bisa menciptakan sebuah bola lampu yang kini telah bisa menerangi seluruh dunia.

Begitupun dalam mendidik anak supaya bisa menghafal Al Quran. Meski anak sudah mulai merasa bosan ataupun rutinitas kita yang terlalu padat, sebaiknya jangan berhenti untuk mendukung anak supaya terus berjuang agar bisa menjadi Hafiz. Karena yang namanya kegagalan hanya ada pada orang yang berhenti untuk mencoba.

Berikan penghargaan setiap kali anak berhasil menghafal

Dengan adanya penghargaan, anak akan lebih termotivasi dari dalam. Penghargaan atau apresiasi ini bertujuan agar anak bisa terbantu dalam menghafal. Caranya adalah dengan melakukan gerakan seperti mengangkat jempol ataupun bertepuk tangan. Bisa juga dengan memberikan pujian dan sesuatu yang disukai oleh anak tersebut.

Ingatkan pahala dan keutamaan penghafal AlQur’an

Salah satu hadist yang banyak memberikan motivasi kenapa harus menghafal Alqur’an adalah sebagai berikut, Dari Abu Hurairah RA, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih).

Tetap Istiqomah walau patah semangat

Iman memang naik turun, demikian pula semangat dalam beribadah dan itu adalah wajar menimpa kepada siapapun. Kuncinya tetap istiqomah, apapun kondisi adanya.

Demikian ulasan mengenai tips mendidik anak menjadi hafidz Al Qur’an. Semoga bermanfaat.(Muf)

LEAVE A REPLY