Lakukan Ini, Jika Anak Terlihat Stress di Sekolah

0
100

Stress adalah permasalahan semua orang, tak terkecuali anak-anak. Menurut catatan lembaga konseling Personal Growth, empat dari lima anak usia 2-15 tahun juga mengalami stres. Enam puluh persen dari anak yang mengalami stress itu ada di usia sekolah.

Hal itu dikatakan oleh Dra Ratih Ibrahim, MM, psikolog dan Direktur Personal Growth. Ia  mengatakan bahwa stress dialami  sebanyak 40 persen adalah balita dan sisanya di anak usia sekolah.

American Psychological Association dengan konsultan Mary Alvord, PhD, dan David J. Palmiter, Jr., PhD, ABPP, yang dikutip oleh viva.co.id menuliskan bahwa stress ditandai dengan perubahan yang umum dapat berupa mudah marah atau moody, menarik diri dari kegiatan keluarga atau pertemanan, mengeluh lebih dari biasanya tentang sekolah atau kerap menangis.

Selain itu, tanda-tanda lain juga kerap ditemui seperti menampilkan reaksi ketakutan yang berlebihan, lengket dengan orangtua sampai tak mau ditinggal, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, atau makan terlalu banyak atau terlalu sedikit, atau tanda stress pada anak juga dapat ditunjukkan apabila anak memunculkan gejala fisik seperti sakit perut dan sakit kepala.

Analisis Penyebab Anak Stress di Sekolah

Dalam sebuah bukunya yang berjudul Ayah Edi Menjawab, Ayah Edi, seorang pakar parenting menjelaskan bahwa salah satu hal yang dapat dilakukan oleh orangtua ketika anaknya justru merasa stres di sekolah adalah melakukan analisis penyebab anak menjadi stres di sekolah.

“Stress bisa terjadi dikarenakan rasa bosan anak yang tidak direspon dengan baik,” tulisnya. Apalagi, ia melanjutkan,  apabila orangtua sering memaksa anak melakukan hal yang sama meskipun ia sudah menyatakan bosan. Penulis beberapa serial parenting ini, menjelaskan bahwa tak hanya orang dewasa yang dapat alami stress. Anak-anak pun dapat alami stress ketika mereka mengalami kebosanan.

Ketika anak bosan, kebiasaan orangtua yang sering menyalahkan atau memojokkan sang anak, menjadi salah satu penyebab anak menjadi stress.  Selain itu, anak juga bisa menjadi stress akibat dari hal yang ia pikirkan terlalu berat. “Untuk itu, bantulah ia, jangan menambah bebannya dengan sering mengomel dan memarahinya,” tegasnya.

Ia kemudian menuliskan, apabila penyebab anak stress di sekolah adalah pelajaran yang terlalu berat, terlalu banyak pekerjaan rumah dari sekolah, atau gurunya mengajar dengan cara yang tidak disukainya, orangtua bisa mendiskusikannya dengan pihak sekolah.

“Orangtua juga sebaiknya tidak memaksakan anak untuk hebat di semua mata pelajaran, bukankah orang yang bisa segala hal justru tak bisa apa-apa? justru sebaliknya. Jika anak di fokuskan di suatu bidang tertentu ia akan menjadi master di bidang itu,” tutupnya di akhir tulisannya.(Muf)

 

 

LEAVE A REPLY