Lakukan Ini Ketika Anak Mulai Jatuh Cinta

0
197

Usia remaja merupakan usia yang labil dalam perkembangan anak. Pasalnya, ketika remaja anak akan menemukan banyak konflik dalam interaksi sosialnya. Mulai dari konflik persahabatan hingga percintaan. Lalu bagaimana orangtua menyikapi kondisi ini? berikut ulasannya.

Sayyidina Ali radhiallahu anhu mengajarkan agar mendidik anak sesuai usianya, yaitu tujuh tahun pertama jadikan anakmu ‘raja’, tujuh tahun kedua didik dan disiplinkan mereka seperti tentara, dan tujuh tahun ketiga posisikan mereka seperti teman. Nah, tujuh tahun ketiga adalah usia-usia remaja. Di mana anak-anak mulai memasuki fase akil balig. Di usia ini sebagai orang tua sebaiknya kita mulai memposisikan mereka sebagai teman.

Orangtua harus bisa menjadi teman yang menyenangkan bagi anak-anak yang mulai beranjak remaja. Orangtua harus mulai belajar menjadi pendengar yang baik, harus bisa bersimpati dengan kondisi mereka dan menyiapkan diri sebagai konsultan cinta bagi mereka.

Jadilah Tempat Curhat Anak

Jadilah teman curhat yang nyaman dan konsultan yang simpatik. Sediakan waktu khusus untuk berbagi cerita berdua saja dengan anak, misalnya sebelum tidur di malam hari atau saat jalan-jalan waktu week end. Pastikan itu menjadi momen spesial kita dengan anak sehingga anak merasa nyaman membagi rahasia hatinya.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika bisa menjadi curhat anak-anak, diantaranya bisa memahami kondisi psikologis anak. Orangtua bisa mengetahui kapan mereka jatuh cinta, dengan siapa sosok yang mereka sukai, dan bagaimana cara mereka mengekspresikan cintanya.

Kenalkan Tentang Kriteria Jodoh dalam Islam

Dengan membuat anak merasa nyaman saat curhat, orangtua bisa mengarahkan, mengingatkan, dan membimbingnya dengan benar. Terutama memberikan pemahaman tentang aturan Islam tentang hubungan laki-laki dan perempuan hingga soal jodoh islami. Sebagai contoh, ajak anak-anak untuk diskusi tentang apa sih arti pacaran menurut mereka? Apa yang mereka inginkan dari mencintai lawan jenis? Perlu enggak sih pacaran? Apakah jodoh islami harus diawali dengan pacaran? Kapan mereka ingin menikah? Apa sih impian terbesar mereka? Kapan mereka ingin meraih impian terbesarnya itu?

Tidak ada salahnya sisipkan tema tentang kriteria jodoh islami dalam diskusi bersama anak. Secara garis beras ada tiga kriteria jodoh islami yang perlu kita pahamkan pada remaja kita, yaitu (1) baik agamanya, (2) berilmu dan baik akhlaknya, dan (3) bertanggung jawab. Selain itu, kita juga perlu memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kualitas diri, seperti meningkatkan kesalehan, mempercantik akhlak, dan menjaga tanggung jawab. Sebab, kualitas pribadi adalah cerminan dari jodoh. Sebagaimana janji Allah wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, demikian juga sebaliknya.

Arahkan Pada Kegiatan Positif

Usia remaja adalah usia produktif yang sebaiknya digunakan untuk berprestasi. Bukan justru berlarut dalam kegalauan perasaan dan terjebak dalam virus merah jambu. Nah, sebagai orang tua kita harus bisa memotivasi anak-anak untuk menyalurkan energi mereka dalam kegiatan positif. Yakinkan remaja kita bahwa jodoh itu tidak akan tertukar. Jadi, tidak perlu mereka berlarut dalam kegalauan cinta saat ini. Daripada sibuk memikirkan si dia, arahkan untuk lebih mengoptimalkan waktu untuk hal-hal yang postif.(Muf)

 

LEAVE A REPLY