Makin Merdeka dengan Mendongkrak Minat Baca

0
78

Sudah 73 tahun bangsa ini lepas dari penjajahan. Indonesia harus terus tumbuh menjadi bangsa yang besar. Salah satu upayanya dengan mendongkrak minat baca rakyatnya, terutama generasi yang masih belia.

Arus teknologi banjir tak dapat dibendung. Gadget agaknya sudah tak asing bagi Ananda. Dampaknya, minat baca ananda yang kian menurun. Bagaimana mengatasinya?

Di era yang semakin maju, jangan salahkan arus teknologi yang kian membanjiri di setiap lini kehidupan. Ananda mungkin ikut-ikutan dengan mengalirnya arus, tapi orangtua jangan sampai lengah. Jika sudah begitu orangtua akan merugi, karena Ananda lebih memilih gadget daripada sebuah buku.

Sementara itu, berdasarkan penelitian dari Purdue University, anak-anak preschool (rentang usia 3-5 tahun) yang menikmati waktu dengan membaca buku lebih cenderung berperilaku baik di kelas. “Ketertarikan anak dalam literasi dapat memberitahukan cara berperilaku kepada anak-anak. Kami menemukan bahwa anak-anak yang gemar dengan kegiatan yang terkait dengan literasi lebih menunjukkan perilaku positif dan menyesuaikan diri dibandingkan dengan yang tidak.” terang Jennifer Dobbs-Oates, asisten professor dalam penelitian tersebut.

Oleh karenanya, membangkitkan minat baca atau literasi pada Ananda sangatlah penting. Dengan begitu, Ananda dapat berperilaku positif kepada siapapun yang ia temui di lingkungannya dan dapat menyesuaikan diri dengan cepat.

Dikutip dari Tabloid Bintang begini caranya meningkatkan minat baca pada Ananda.

Buat Jadwal Membaca

Jika orangtua pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan, tidak selalu Ananda akan sedemikian bertingkah untuk mengikuti orangtuanya berbelanja. Namun, di saat itu mereka paham, bahwa orangtua mereka memiliki rutinitas untuk berbelanja ke pasar. Jika Ananda sudah memahami rutinitas seperti ini, mengapa tidak membuat saja jadwal membaca Ananda seperti yang dilakukan oleh Katri Riedel, seorang pendiri Bookpolis.“Kami membuat jadwal untuk latihan bola. Mengapa tidak dengan jadwal membaca.” ujarnya.

Jangan Lawan tapi Manfaatkan

Orangtua tidak akan pernah bisa menang jika melawan arus kemajuan teknologi. Oleh karenanya daripada melawan lebih baik dimanfaatkan. Gadget jika penggunaannya diawasi dan digunakan untuk tujuan yang benar akan mendatangkan manfaat pula. Menginstall aplikasi-aplikasi seperti Epic!, Reading Rainbow Skybrary Family, dan aplikasi membaca lainnya dapat membantu Ananda untuk meningkatkan minatnya pada membaca.

Biarkan Ia Memilih Bukunya

Artikel di School Library Journal mengatakan minat baca pada anak dapat meningkat sebesar 30% ketika gurunya membiarkan anak untuk memilih bacaannya sendiri. “Mintalah kepada guru anak Anda untuk menyiapkan bahan bacaan yang luas, beragam, dan moderen” kata Jen Robinson, seorang blogger di bookworms.

Bernegosiasi

Negosiasi tak pelak dapat membuat Ananda terlecut semangatnya untuk membaca. Riedel lebih lanjut mencontohkan, “Jika kamu ingin mengantar Ibu ke tempat latihan bola tiga kali seminggu, maka kamu harus membaca buku 20 menit per hari.” Cara ini cukup berhasil dapat dilakukan pada anaknya yang dalam tingkat pendidikan SMP.

Tahu Kapan Harus Berhenti

Bosan memang tak dapat dihindari. Suatu saat Ananda akan merasa bosan dengan rutinitas membacanya. Bukan menjadi masalah besar kata Pam Allyn, pendiri LitWorld. Tapi, jika ada buku tertentu yang orangtua merasa Ananda harus membaca buku tersebut, jadilah temannya. Temani Ananda untuk membaca agar ia tidak merasa kesulitan atau dipaksa.

Mendengar Audiobook

Jika cara-cara tersebut masih kurang ampuh untuk meningkatkan minat baca Ananda, Riedel menyarankan untuk membiarkan Ananda mendengar audiobook. Perlahan-lahan arahkan Ananda untuk beralih ke materi-materi dengan teks.

Dengan begitu Ananda dapat perlahan mencintai buku-bukunya dan senantiasa membaca. Kurangnya literasi dapat dihindari dan Indonesia akan melahirkan generasi-generasi unggul yang tak hanya melek teknologi namun juga padat akan informasi dari bacaan sehari-harinya. (ipw)

LEAVE A REPLY