Melawan Godaan di Tengah Ramadhan

0
137

Sudah separuh bulan lebih kita menetapi Ramadhan. Di masa-masa yang semakin mendekati lebaran, godaan akan banyak datang. Dari ajalan teman hingga diskon besar-besaran. Lalu, bagaimana caranya agar senantiasa istiqomah beribadah ? berikut ulasannya.

Dikutip dari laman republika.co.id, pertengahan bulan Ramadhan merupakan salah satu waktu yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyediakan pahala begitu banyak bagi hambaNya yang suka melakukan amal-amalan sholeh, terutama di Bulan Ramadhan.

Tantangannya adalah menjaga keistiqomahan amal sholih mulai awal Ramadhan, pertengahan, akhir bahkan selepas Ramadhan pergi meninggalkan kita. Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Mohammad Siddik mengatakan di bahwa di pertengahan Ramadhan umat diserbu banyak ujian. Biasanya, umat cenderung mengurangi ibadahnya baik di masjid atau rumah.. “Sudah siklusnya, dan biasa masyarakat seperti itu. Di awal Ramadhan minat ibadah Ramadhan memang tinggi,” ujarnya yang dikutip  republika.co.id.

Ia meminta, di pertengahan Ramadhan ini masyarakat harus tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah. Istiqamah terbagi dalam langkah, perbuatan dan hati. “Terpenting puasa tidak berkurang kalau bisa ibadah lainnya juga ditambah,” ucapnya.

Ia mengakui, saat ini masyarakat memasuki zaman serba materi. Sehingga sangat berpengaruh besar pada pelaksanaan ibadah masing-masing. “Material saat ini sangat memengaruhi manusia dalam melaksanakan ibadah, baik di bulan Ramadhan atau bulan lainnya,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, saat Ramadhan begitu semangat mengerjakan berbagai amalan sholeh. Agar amalan Ramadhan bisa langgeng di bulan-bulan berikutnya, keyakinan akan pahala yang besar tetap harus ditancapkan. “Diiringi sedikit pemaksaan sekaligus menjaga stamina agar ibadah saat Ramadhan tetap berjalan dengan baik,” kata dia.

Jangan Mengikuti Rasa Malas

Menurutnya, kita jangan pernah sekali-kali mengikuti rasa malas yang ada di dalam diri. Sekali malas semua pekerjaan akan berantakan. “Misalnya, kita malas zakat, malas sholat Dhuha, tapi dipaksakan akan jadi terbiasa, dengan terbiasa maka kita jauh dari riya,” katanya.

Sementara itu, secara istilah, seperti yang didefinisikan para ulama, istiqamah adalah kita tetap pada ketaatan dan keikhlasan dalam ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari kita menjaga hati agar tidak bermaksiat kepada Allah ta’ala.

Ia pun berbagi tips agar hati senantiasa ditetapkan dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Pertama, kita harus menguatkan keyakinan jika Allah ta’ala. Selanjutnya memperbanyak istighfar, berkumpul dengan orang sholeh, dan memperbanyak belajar dari kaum Muslimin. “Mendengarkan ceramaha setelah Shalat Subuh, Isya atau Tarawih,” ujarnya.(muf)

 

LEAVE A REPLY