Menanamkan Sikap Toleransi Pada Anak Sejak Dini

0
344

Hidup di dalam negara dengan keanekaragaman suku, budaya dan agama, membuat seseorang harus memilki sikap toleransi dalam dirinya. Tahukah anda bahwa sikap toleransi, akan tampak ketika sudah diajarkan oleh orangtua semenjak dini. Bagaimana cara menanamkan sikap toleransi ? berikut ulasannya.

Berbicara tentang toleransi, Yusnar Yusuf Rangkuti M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa toleransi adalah sebuah komunikasi dan hubungan yang telah dibina bersama oleh masyarakat, baik di kelas bawah, menengah, maupun atas. Hal ini menghasilkan persaudaraan dan kerukunan.

“Jadi, toleransi adalah hubungan saling bantu dan mendukung serta menghargai antara kelompok satu dan lainnya. Saya harap, umat bisa menerapkan sikap ini dalam kesehariannya,” ujar Yusnar.

Yusnar menyebut, dengan kondisi kerukunan yang cukup baik, selalu ada saja pihak-pihak yang ingin merusak dan menghancurkan. Ia pun meminta seluruh umat beragama, tidak hanya Islam, agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu atau pemberitaan yang belum jelas kebenarannya.

Senada dengan itu, Dr. Alvin Nursalim dalam klikdokter.com menuliskan beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua untuk menanamkan sikap toleransi pada anak sejak dini.

Tanamkan sikap tenggang rasa dan saling mengasihi

Salah satu fondasi dasar untuk memupuk sikap toleransi pada anak adalah rasa kasih sayang terhadap sesama. Ajari anak Anda untuk mengasihi orang-orang di sekitarnya, tanpa peduli dari mana mereka berasal. Anda dapat mengasah sikap ini dengan meminta anak untuk menerapkannya pada lingkungan terkecilnya, yaitu keluarga.

Ajarkan sejarah kemerdekaan Indonesia

Sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia kaya akan cerita tentang perjuangan tanpa pamrih. Perjuangan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia diprakarsai oleh mereka yang memiliki latar belakang berbeda-beda.

Berikan pengetahuan tentang Indonesia

Indonesia sangat kaya akan suku dan adat istiadat. Ajarkan kepada anak tentang beragam suku dan adat yang ada di Indonesia, tanpa harus menjelek-jelekannya. Sampaikan pula, bahwa perbedaan suku dan adat tersebut membuat Indonesia menjadi negara yang kokoh dan kaya.

Jangan batasi pergaulan anak

Anda memang harus tahu (dan mengontrol) dengan siapa anak bergaul dan bermain. Tapi jangan lantas membatasi ruang geraknya, dengan hanya membiarkan anak bergaul dalam kelompok tertentu saja.

Berikan anak Anda kesempatan untuk mengenal teman-teman dari latar belakang budaya dan ekonomi yang berbeda. Ajarkanlah cara untuk menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ia temukan ketika bergaul.

Ajari anak untuk berbagi

Tanamkan sikap tolong-menolong pada anak, dan beritahukan bahwa sikap ini adalah tindakan mulia yang perlu dilakukan setiap saat, pada siapa saja.

Tidak ada yang perlu ditakuti, yang ada adalah dipahami. Ungkapan ini memiliki makna bahwa rasa takut dan asing terhadap golongan tertentu disebabkan oleh rendahnya pengenalan dan pemahaman terhadap golongan tersebut.(Muf)

LEAVE A REPLY