Mengajarkan Ananda Adab Makan dan Minum

0
142

Islam adalah agama yang santun. Semua yang kita lakukan ada adabnya, semuanya diatur rinci dalam Islam. Termasuk bagaimana cara makan. Begini cara mengajarkan adab ini kepada ananda.

Allah subhanahu wa ta’ala mengatur segalanya di alam semesta ini. Melalui Rasulullah sebagai perantaraNya, Allah mengajarkan Adab. Ananda dengan berbagai macam tingkahnya juga perlu diajari bagaimana Adab terutama ketika di meja makan.

Mengajarkan Ananda perihal Adab sama seperti mengajarkannya tentang konsep bertaqwa kepada Allah. Menjalankan perintah-perintah yang wajib maupun sunnah dan menjauhi larangan-larangannya yang dapat menjebak dalam keburukan dan murka Allah subhanahu wa ta’ala.

Tentu, bertaqwa kepada Allah juga terdapat dalam kalamNya di surat Muhammad:33 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.”

Karenanya, orangtua haruslah mengajarkan Ananda tentang Adab ini. Karena, jika Ananda dapat mengikuti tuntunan Rasulullah dalam mengamalkan Adab makan maupun minum bukan tidak mungkin Ananda termasuk orang-orang yang bertaqwa pada Allah.

Kemudian, di antara perintah dan larangan Rasulullah perihal makan dan minum yang dapat diterapkan pada Ananda adalah sebagai berikut.

Bercuci Tangan

Setelah bermain terkadang Ananda lupa untuk mencuci tangannya dan langsung menuju ke meja makan. Sebelum Ananda makan, orangtua perlu mengingatkan Ananda tentang pentingnya mencuci tangan baik dari sisi kesehatan maupun anjuran Rasulullah.

Anjuran mencuci tangan ini dikutip dari Hadits Riwayat An Nasa’, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “ketika Rasulullah hendak tidur dalam keadaan junub maka beliau berwudhu terlebih dahulu, dan apabila beliau hendak makan maka beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.”

Makan yang Halal

Memilih makanan yang halal bagi umat Islam sangat penting. Agar, hasil dari kehalalan tersebut menuntun kepada ketaqwaan dan menjauhi laranganNya.

Memakan yang halal berarti memakan yang baik-baik, seperti firman Allah dalam surat Al Mu’minun:51 yang berbunyi, “Hai para rasul, makanlah yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Membaca Basmallah

Ketika Ananda mulai makan, ingatkan Ananda untuk membaca basmallah terlebih dahulu. Faidah dari membaca basmallah ini agar setan tidak ikut makan apa yang akan kita makan. Dan anjuran membaca basmallah ini pun ada dalam Hadits Riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi yang berbunyi, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir, aku makan).”

Makan dengan Tangan Kanan

Ananda juga harus dibiasakan makan dengan tangan kanan. Karena, makan dengan tangan kanan juga berarti memanusiakan Ananda.

Makan menggunakan tangan kiri sangat dilarang oleh Rasulullah seperti dalam Hadits Riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”

Memuji Makanan bukan Mencela

Rasulullah adalah orang yang amat beradab. Jika beliau tidak suka pada suatu makanan, beliau tidak akan mencelanya. Ananda terkadang pilih-pilih dalam hal makanan, untuk itu orangtua perlu mengingatkan Ananda untuk berhati-hati dalam berucap di meja makan.

Kemudian, Rasulullah sendiri dalam Hadits Riwayat Muslim disebutkan bahwa beliau tidak pernah sekalipun mencela makanan, bila beliau suka maka beliau akan memakannya namun bila tidak, beliau akan meninggalkannya.

Tidak Berlebih-lebihan

Setelah Ananda makan sebaiknya bersama orangtua membiasakan untuk bersyukur atas apa yang telah dimakan.

Karena, semuanya semata-mata hanyalah kemurahan hati Allah untuk umatNya. Sebagaimana dalam Hadits Riwayat At Tirmidzi, dari Mu’adz bin Anas dari ayahnya ia berkata, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan, “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin.” Yang artinya, segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.

Maka dari itu, Adab saat makan menjadi sangat penting. Karena, membiasakan Ananda beradab makan dengan baik dan sesuai tuntunan Rasulullah akan semakin mendekatkan Ananda pada Allah subhanahu wa ta’ala. (ipw)

LEAVE A REPLY