Mengajarkan Makna Qurban pada Ananda

0
92

Idul Adha telah tiba. Sebuah peristiwa lampau yang menggambarkan betapa kuatnya keimanan ketika seseorang sedang diuji oleh Allah. Dengan peristiwa ini dapat menjadi momen yang tepat untuk Ananda memetik hikmahnya.

Hari raya Idul Adha, sebuah hari yang istimewa dimana di dalamnya terdapat begitu banyak hikmah yang bisa dipetik. Hari raya Idul Adha merupakan salah satu dari dua hari raya yang wajib dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Dan di dalam hari tersebut merupakan hari terbaik di antara hari lainnya. Seperti diungkapkan dalam Hadits Riwayat Abu Daud, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

“’Dua hari apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Dahulu, ketika kami masih jahiliah, kami bermain-main pada dua hari ini.’ Maka, Rasulullah saw. menjawab, ‘Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik darinya, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri.’”

Sementara itu, jika berjalan ke masa lampau tentu tidak lupa akan sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam terhadap putranya Nabi Ismail ‘alaihissalam. Sebuah peristiwa pengorbanan ayah dan anak yang semata-mata untuk menuruti perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Dari peristiwa itulah, tradisi berqurban lahir. Melalui peristiwa berqurban, orangtua dapat mengajarkan Ananda untuk dapat memetik hikmah berqurban.

Sementara itu, hikmah dari peristiwa qurban saat Idul Adha ini diterangkan oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam tulisannya sebagai berikut.

Bentuk Syukur

Hari raya Idul Adha dapat menjadi momen orangtua untuk mengajarkan anak tentang bentuk nyata dari bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Memang tak dapat dipungkiri jika terkadang Ananda perlu untuk menyaksikan suatu bentuk nyata dari rasa syukur. Dengan berqurban menjadi salah satu bentuk nyata untuk bersyukur yang dapat dilihat oleh Ananda agar kelak ia dapat bersyukur atas segala pemberian dari Allah.

Refleksi Sejarah

Berkaitan dengan qurban tentu berkaitan pula dengan sejarah pada jaman Nabi Ibrahim dan Ismail. Belajar dari ketabahan dan keikhlasan Nabi Ibrahim ketika Allah memintanya untuk mengorbankan anaknya yang kemudian digantikan dengan seekor domba. Dari sejarah tersebut, Ananda dapat belajar tentang arti dari ketabahan dan keikhlasan seorang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Maka dari itu, momen Idul Adha menjadi saat yang tepat bagi Ananda supaya dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang ada di dalamnya. Sekaligus mengajarkan Ananda untuk terus bersyukur kepada Allah dan menanamkan kualitas ketabahan dan keikhlasan layaknya seorang Nabi Ibrahim dalam mematuhi perintahNya. (ipw)

LEAVE A REPLY