Musibah, Momen Tepat Mengajarkan Empati

0
120

Musibah datang silih berganti. Indonesia berduka saat Lombok diluluh lantakkan oleh gempa sebesar 7 Skala Richter (SR) pada hari Ahad kemarin (19/08/2018). Musibah ini menjadi momen yang tepat untuk orangtua menumbuhkan rasa empati pada Ananda.

Musibah, mungkin datang sebagai bentuk teguran Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umatNya. Teguran Allah itu datang karena manusia menjadi silap mata dan tindakan atas segala dosa-dosa di muka bumi. Namun ia juga bisa datang sebagai penghapus dosa untuk umatNya.

Meski demikian, Allah subhanahu wa ta’ala mengajarkan banyak hikmah di balik musibah. Dengan musibah, empati manusia akan tergugah, silaturahim akan menguat, sikap saling membantu akan tumbuh.

Menurut Dr. Bruce D. Perry M.D, Ph.D, seorang anggota senior Child Trauma Academy mengatakan, “Empati bisa jadi merupakan anugerah yang paling bermutu bagi ras manusia. Kita tidak akan bisa bertahan hidup tanpa menciptakan hubungan dan kelompok yang bisa berfungsi secara bersamaan.”

Rasa empati ini tentu saja sangat dibutuhkan bagi setiap manusia. Rasa ini harus  ditumbuhkan dalam diri Ananda sejak dini. Empati dapat membuat Ananda  menjadi pribadi yang bermutu di lingkungannya seperti kata Bruce.

Sementara itu, Ida Siti Munfarijah seorang Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak sekaligus Pegiat Literasi membagikan beberapa kiat bagaimana orangtua dapat menumbuhkan rasa empati pada Ananda.

  1. Keteladanan

Tak dapat dipungkiri bahwa orangtua merupakan lingkungan terdekat bagi Ananda. Karakter dan sikapnya akan terbentuk dari kebiasaan yang ia lihat di lingkungan terdekatnya.

Maka dari itu, orangtua harus menjadi teladan yang baik untuk Ananda dalam menumbuhkan rasa empatinya, seperti melibatkan Ananda menyumbangkan sebagian kecil uang sakunya sebagai bentuk aksi nyatanya untuk membantu sesama saudaranya. Ajaklah ananda menyisihkan uang sakunya untuk korban Gempa di Lombok.

  1. Luangkan Waktu untuk Menyampaikan Khusus

Orangtua harus berperan aktif untuk menumbuhkan rasa empati pada Ananda. Meluangkan waktu untuk Ananda bukanlah menjadi hal yang merugikan. Menjadi pendengar yang baik sekaligus menanyakan Ananda tentang perasaannya hari ini.

Selain itu, berikan cerita-cerita sukses tentang orang yang membantu sesamanya, sampaikan berbagai manfaat yang didapat, agar ananda bisa langsung memahami alasan mengapa dia harus malakukannya.

  1. Ananda Perlu Silaturrahim

Berilah kesempatan untuk Ananda mengunjungi tetangga atau teman-temannya. Jangan batasi pergaulannya selama ia bergaul dengan lingkungan yang baik dari kalangan manapun agar ia tahu bahwa lingkungannya sangat beragam, terutama lingkungan yang tingkat sosialnya ada di bawah.

Saat mendapati lingkungan yang beragam inilah momen yang tepat untuk orangtua melakukan komunikasi dan diskusi tentang sikap yang seharusnya dilakukan oleh ananda kepada orang lain yang berbeda itu. Bahwa bagaimana seharusnya seorang muslim bisa bermanfat bagi orang lain, bagi orang sekitarnya.

  1. Ajak Ananda untuk Menjenguk

Di sini, orangtua dapat melibatkan Ananda ketika menjenguk seseorang yang sedang terkena musibah. Membawakan seseorang itu buah tangan atau melakukan berbagai sesuatu yang membuat orang yang sedang dilanda musibah tersebut menanggalkan dukanya untuk kembali berbahagia. Dengan begini, Ananda akan terlatih kepekaannya terhadap penderitaan orang lain.

  1. Membiasakan Ananda Berkata yang Baik

Untuk memupuk dan menumbuhkan rasa empatinya. Ananda dapat dibiasakan dengan mengucapkan perkataan yang baik-baik seperti tolong, maaf, terima kasih, dan permisi. Dengan membiasakan Ananda berkata baik, tentu akan menumbuhkan pula pribadi Ananda yang sopan dan santun pun tak menyakiti orang-orang di sekitarnya.

Oleh karenanya, rasa empati Ananda perlu ditanamkan, ditumbuhkan dan dibangkitkan. Dengan rasa empati, manusia menjadi pembeda di antara makhluk ciptaan Allah yang lain. Karena empati adalah sejalannya hati dan akal untuk membantu sesama makhluk hidup. (ipw)

LEAVE A REPLY