Pentingnya Menuntut Ilmu Agama

0
304

seorang muslim/muslimah harus mempelajari ilmu agama, mulai dari anak usia dini, remaja, dewasa sampai berusia lanjut. Tidak mengenal profesi apapun baik dokter, professor, polisi, guru, pengacara, tukang bersih – bersih berapapun usianya apapun profesinya hukumnya wajib datang ke majlis – majlis ilmu untuk mempelajari ilmu agama.

Nabi Shallahu alaihi wassalam mengatakan :“Barang siapa yang dikehendaki kebaikannya oleh Allah, Dia akan menjadikannya mengerti tentang (urusan) agamanya.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (no. 71, 3116, 7312), Muslim (no. 1037).

Karena kita sebagai ummat islam harus mengerti apa saja yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan dan apa saja yang dilarang, mengetahui halal haramnya yang sudah Allah Ta’ala tentukan.

Menuntut ilmu agama dilakukan sampai seseorang masuk keliang lahatnya, karena semua urusan di muka bumi ini sudah di atur oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka jangan sampai seseorang buta akan agamanya.

Ketika diakhirat Allah Ta’ala menanyakan bagaimana sholat kita bagaimana tata cara sholat yang benar lalu kita menjawab tidak tahu bagaimana hukum dan caranya karena kita tidak mengerjakannya maka Allah akan hukum kita untuk masuk kedalam neraka. Berbeda dengan jika kita tidak mengetahui masalah – masalah dunia misalnya tentang membuat makanan yang enak atau apapun itu yang berhubungan dengan dunia maka itu tidak apa – apa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat derajat orang – orang yang berilmu, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,

Artinya: “… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Qs. Al-Mujadilah: 11)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah para ulama (orang yang berilmu). Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 308).

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasullulah shallahu alaihi wassalam bersabda:

“barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka dia akan memahamkan baginya agama (islam).”

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini adalah :

  1. Ilmu yang disebutkan keutamaannya dan dipuji oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah ilmu agama.
  2. Salah satu ciri utama orang yang akan mendapatkan taufik dan kebaikan dari Allah Ta’ala adalah dengan orang tersebut berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam agama Islam.
  3. Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mempelajari ilmu agama akan terhalangi untuk mendapatkan kebaikan dari Allah Ta’ala.
  4. Yang dimaksud dengan pemahaman agama dalam hadits ini adalah ilmu/pengetahuan tentang hukum-hukum agama yang mewariskan amalan shaleh, karena ilmu yang tidak dibarengi dengan amalan shaleh bukanlah merupakan ciri kebaikan.
  5. Memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar merupakan penuntun bagi manusia untuk mencapai derajat takwa kepada Allah Ta’ala.
  6. Pemahaman yang benar tentang agama Islam hanyalah bersumber dari Allah semata, oleh karena itu hendaknya seorang muslim disamping giat menuntut ilmu, selalu berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala agar dianugerahkan pemahaman yang benar dalam agama.

tinggalkan komentar