Peringati Hari Kartini, TKIT Qurota A’yun Pawai Pakaian Adat

1
259

 

Setiap tanggal 21 April, kita ‘merayakan’ hari Kartini. Hari lahir perempuan pahlawan Raden Ajeng Kartini ini diperingati sebagai tonggak kebangkitan perempuan Indonesia pada kesadaran akan kesamaan Hak dan kesetaraan jender dengan kaum laki-laki. Hari Kartini diperingati sebagai hari emansipasi wanita, minimal secara lokal di Indonesia.

Hari Kartini ditetapkan pada tanggal 2 Mei 1964 via Keppres RI No 108/1964 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno.Sekarang, di sekolah-sekolah dan di instansi pemerintahan, hari Kartini dirayakan dengan ramai-ramai berpakaian adat nasional.

Termasuk adik-adik kita dari TKIT Qurota Ayyun ikut merayakan hari Kartini dengan mengadakan pawai pakaian adat. Pawai dilaksanakan pada hari Rabu, 25 April 2018 dimulai dari Taman Kota Tanjung Laut dan berakhir di Sekolah.  Berbagai pakaian adat ditampilkan atau dipakai oleh adik-adik TKIT yang rutin dipakai saat menjelang hari Kartini.

Mengapa sih perayaan Kartini selalu identic dengan pakaian adat? Perlu dipahami bahwa Kartini memang berasal dari Jawa, tapi cita-citanya sangat besar untuk kemajuan bangsa, terutama kaum perempuan. Kartini tidak ingin melihat perempuan-perempuan tidak bisa sekolah. Perjuangan Kartini ini berdampak bagi perempuan di seluruh Indonesia, bukan hanya di Jawa. Untuk itu, supaya daerah-daerah lain dapat memahami ideologi besar Kartini, maka mereka boleh menggunakan pakaian adatnya masing-masing pada Hari Kartini. Mungkin maksudnya, Kartini itu milik perempuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Berikut adalah penampilan dari adik-adik dari TKIT Qurota Ayyun: