Permainan Tradisional, Ternyata Sangat Baik untuk Perkembangan Anak

0
323

Zaman berkembang ke arah modern. Model permainan yang ngetren pun berubah, semakin modern seperti playstation, game online, mobil remote control, robot, dan seterusnya. Permainan canggih ini seringkali berhasil menggeser posisi permainan tradisional. Padahal, permainan tradisional yang kini mulai ditinggalkan sangat memberi efek positif untuk anak. Mari simak ulasan berikut.

Melatih Kecerdasan Anak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melatih kecerdasan anak, salah satunya melalui permainan tradisional. Beberapa aspek kecerdasan memang bisa dikembangkan melalui permainan ini. Misalnya saja kecerdasan naturalistik. Permainan tradisional cenderung memanfaatkan benda-benda di sekitar yang berasal dari alam sebagai bahan permainan. Selain itu, permainan tradisional yang selalu bersinggungan dengan bunyi-bunyian alam juga dapat melatih kecerdasan musikal anak. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk kepribadian anak nantinya.

Melatih Sportivitas Buah Hati

Melalui aneka permainan tradisional yang ada di sekitar, kita bisa menanamkan sportivitas kepada anak. Permainan tradisional lebih banyak menggunakan sistem kalah dan menang. Hal ini membuat anak berusaha untuk memenangkan permainan tersebut dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan.

Untuk membentuk karakter anak, ternyata tidak hanya dilakukan di sekolah saja. Melalui permainan tradisional yang ada, karakter baik anak pun bisa terbentuk. Sebagai contoh adalah permainan gobag sodor. Jenis permainan ini membutuhkan kerja sama, kecepatan gerak, dan kerja sama untuk bersama-sama memenangkan pertandingan. Hal ini secara tidak langsung akan melatih karakter anak untuk bersikap sportif dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Kalaupun anak mengalami kekalahan dalam permainan tersebut, maka tugas orangtua untuk memberi pemahaman kepada anak bahwa kekalahan bukanlah sebuah awal dari permusuhan dengan teman, tapi kekalahan adalah motivasi untuk mencoba lagi memenangkan kompetisi.

Belajar mengelola emosi      

Pada saat anak bermain seorang anak tentu akan mengutarakan emosianya, seperti berteriak, bergerak, melompat, tertawa dan mengangis. Hal ini akan membantu anak untuk memberikan mereka stimulus untuk berekspresi. Dengan berekspresi anak akan lebih mendapatkan kesehatan psikologis.

Kreativitas Anak Pun Jadi Lebih Berkembang

Kebanyakan permainan tradisional menggunakan benda-benda sederhana yang ada di sekitar sebagai alat untuk memainkannya. Dalam kondisi inilah kreativitas anak akan dilatih. Mereka akan berusaha untuk mencari benda-benda yang bisa digunakan untuk melakukan permainan yang mereka inginkan.

Sebagai contoh saja saat anak akan bermain dakon. Alat utama untuk memainkan permainan ini adalah batu. Tapi tidak selamanya batu berukuran kecil itu tersedia di sekitarnya. Sebagai penggantinya, mereka akan menggunakan kerikil atau benda-benda lainnya untuk bermain dakon.

Mengasah Kemampuan Sosial Anak

Permainan tradisional umumnya dimainkan secara kolektif. Hampir tidak ada permainan tradisional yang bisa dimainkan sendiri. Hal ini mau tidak mau membuat anak berbaur dengan teman-temannya. Dan jika itu dapat dilakukan dengan baik, maka secara tidak langsung Bunda telah melatihnya untuk bersosialisasi. (Din)

tinggalkan komentar