Persiapan anak sebelum masuk sekolah

0
20

Seorang anak menangis dan menggenggam erat tangan ibunya. Ia merasa asing dengan lingkungan sekolah yang penuh wajah-wajah baru dan anak-anak seusianya.

Tangisan itu ia ajukan agar sang ibu merasa iba, kemudian mengajaknya pulang dan menjauh dari situasi tersebut.

Tapi, harapan itu tentu saja tak akan dikabulkan ibunya.

Karena itu adalah hari pertamanya masuk sekolah.

Ibu membujuk, merayu dan menawarkan janji manis, seperti mainan yang diinginkan selama ini atau permen yang tak boleh ia konsumsi karena bisa membuat sakit gigi.

Dengan kasihan, ibu menggandeng paksa anaknya untuk masuk ke dalam ruang kelas.

Ibu duduk bersama anaknya layaknya murid baru yang siap berkenalan dengan guru dan teman-teman sebaya.

Meskipun telah berhenti menangis, anak tersebut tetap tak mau ditinggal ibunya.

Justru, genggaman tangannya pada lengan ibu makin kencang. Guru pun ikut turun tangan dalam membujuk murid baru.

Tapi, tak jua berhasil.

Orangtua bijak Indonesia . .

apakah Anda pernah melihat situasi seperti ini?

Karena takut mengalami hal serupa, kemudian Anda mencoba mencari cara, tips atau solusi untuk menghindarkan ketegangan anak di hari pertama sekolah.

Jika memang ya, maka Anda sedang berada di halaman yang tepat.

Saat ini kami sedang membahas persiapan anak masuk sekolah.

Bagaimana menjaga mentalnya supaya berani dan siap menghadapi suasana baru, bagaimana membantunya agar mudah beradaptasi dengan teman-teman dan guru-guru serta persiapan lainnya yang perlu dilakukan.

Persiapan Anak Masuk Sekolah

Sebenarnya, kasus di atas bisa dicegah apabila orangtua memberi waktu untuk membantu anak mempersiapkan diri secara mental dan fisik.

Namun, banyak dari kita yang terlalu sibuk bekerja atau mengurus bisnis dari pagi sampai malam.

Sehingga, kesempatan membekali anak dalam menjalani hari pertama masuk sekolah terlewat begitu saja.

Kenapa persiapan ini perlu?

Karena awal sekolah yang baik akan mempengaruhi kesuksesan pendidikan anak di sekolah pada masa-masa selanjutnya.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan.

1. Perkenalkan Anak dengan Sekolah

Orangtua bijak Indonesia, pertama yang perlu Anda lakukan adalah memberikan waktu khusus untuk berbincang dengan anak perihal sekolah.

Jauh-jauh hari bahkan sebelum mendaftar ke sekolah, kenalkan terlebih tentang instansi ini. Kenapa ia disebut sekolah, apa manfaatnya untuk masyarakat, apa dan siapa saja yang bisa ditemui di sekolah, bagaimana sistem sekolah, apa yang akan didapatkan serta siapa saja yang boleh masuk sekolah.

Lakukanlah perkenalan ini secara bertahap dan hindari untuk menjejali pikiran anak dengan teori semata.

Solusinya, Anda bisa mengajak anak untuk berjalan-jalan mengunjungi sekolah.

Di lain kesempatan, Anda juga bisa mengenalkan anak pada sekolah melalui media foto dan video di internet.

Jelaskan pada anak-anak tentang proses belajar mengajar di sekolah secara sederhana.

Hindari untuk mendominasi percakapan. Kami menganjurkan untuk melakukan diskusi.

Yang artinya, Anda bisa minta pendapat anak tentang informasi yang barusan Anda berikan.

Jangan hanya bertanya tentang pikirannya, tanyakan juga perasaannya.

Apakah ia senang, antusias, takut atau khawatir.

Minta anak untuk menjelaskan perasaannya kenapa ia senang atau khawatir.

Tentu saja, saat anak merasa takut atau khawatir Anda harus memberikan penguatan pada mereka.

“Iya nak, mama tahu kok. Dulu waktu mama pertama kali sekolah juga takut. Wajar saja karena ini pengalaman pertama kita. Tapi, setelah beberapa hari nanti kamu akan terbiasa. Justru kamu akan senang dan semangat karena ada banyak teman yang bisa diajak bermain”

Oh ya, satu tips lagi untuk orangtua bijak Indonesia.

Saat anak bercerita, Anda harus memerhatikan bahasa tubuhnya. Apakah ia benar-benar nyaman dan jujur dengan opininya.

2. Mengajak Anak untuk Memilih Sekolah Bersama

Ijinkan anak untuk mengetahui nama beberapa sekolah, ajak untuk berkunjung atau bertanya-tanya langsung dengan administrasi sekolah serta biarkan ia bermain di halaman sekolah untuk merasakan atmosfer sekolah tersebut.

Selanjutnya, Anda bisa jelaskan kepada anak mengenai kelebihan yang dimiliki oleh sekolah.

Entah itu fasilitas yang lengkap, guru yang baik, ramah dan cerdas atau cemilan sehat yang bisa ia dapatkan.

Meskipun keputusan memilih sekolah tetap ada di tangan Anda dan pasangan, namun melibatkan anak secara langsung seperti ini memiliki dampak positif bagi kepribadiannya.

Apalagi jika Anda juga meminta pendapatnya tentang sekolah tersebut.

Beberapa manfaat tersebut adalah anak merasa dihargai keberadaannya, merasa dicintai karena orangtua menyempatkan waktu mengajaknya mencari informasi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta menguatkan mentalnya untuk berani mengutarakan opini.

3. Belanja Perlengkapan Sekolah Bersama

Setelah memutuskan sekolah mana yang akan dipilih, Anda tentu akan berbelanja perlengkapan sekolah.

Jadi, cara ketiga dalam persiapan anak masuk sekolah adalah belanja bersama.

Manusia sekecil apapun, pasti akan sangat suka apabila diajak berbelanja.

Jadi, jangan ragu untuk mengajaknya berbelanja kebutuhan sekolah bersama.

Dampak positif yang bisa diambil adalah anak akan semakin antusias dengan kegiatan sekolah.

Karena Anda memberikan kesempatan padanya untuk memilih sendiri perlengkapan sekolah.

Supaya anak tidak kalap saat belanja atau Anda takut ia akan ketagihan dengan aktivitas ini, sebelum berangkat Anda bisa membuat komitmen.

Komitmen ini harus dilakukan bersama anak yang menyatakan bahwa, saat di mall nanti kita hanya akan beli sepatu, tas dan buku tulis.

Tidak boleh ada tambahan barang lainnya.

Maka, saat berbelanja tepatilah komitmen tersebut bersama anak.

Apabila ia mulai merengek minta dibelikan mainan, jangan biarkan hati Anda tergoda menurutinya.

Anda sendiri pun harus waspada terhadap godaan diskon produk-produk dapur di sana.

Tegaslah pada komitmen yang sudah Anda buat bersama dengan anak.

Jika anak tetap menangis, langsung saja angkat kaki dan tunda dulu belanjanya.

Hal ini penting untuk mengajarkan ketepatan janji dan konsekuensi pada anak.

4. Menjelaskan Konsekuensi Sekolah

Jangan hanya menceritakan hal-hal menarik tentang sekolah agar mereka tidak takut dengan hari pertama.

Setelah menjalani beberapa hari dan anak mendapati sesuatu yang tak menyenangkan, justru ini bisa mendorongnya mogok sekolah.

Tips selanjutnya terkait persiapan anak masuk sekolah adalah menjelaskan konsekuensi bersekolah.

Ada beberapa konsekuensi yang bisa Anda jelaskan, diantaranya, tidur lebih awal, bangun pagi lebih awal, mengerjakan tugas dari guru hingga mematuhi peraturan sekolah.

Lingkungan sekolah berbeda dengan rumah yang biasa ia tempati.

Di rumah, mungkin anak terbiasa seenaknya sendiri karena orangtua dan saudara memaklumi kebiasaannya.

Namun, sekolah memiliki peraturan dan anak tidak dikelilingi oleh keluarga.

Melainkan, teman-teman dan guru-guru yang harus dihormati haknya.

Jangan menjelaskan dengan cara kaku karena Anda akan dianggap menakut-nakuti hingga melemahkan mentalnya.

Meskipun ini adalah konsekuensi, Anda harus bisa menjelaskannya dengan cara asyik dan menyenangkan. Ini tantangan untuk orangtua.

5. Mengajarkan Anak Sosialisasi

Yang tak kalah penting dalam mempersiapkan anak masuk sekolah adalah mengajarkan anak bersosialisasi sejak dini.

Menjadikan anak Anda pandai bergaul akan membuatnya mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Anak-anak akan mudah dekat dengan guru atau mendapatkan teman baru di sekolah.

Kemampuan bersosialisasi bisa Anda ajarkan mulai dari hal yang sederhana.

Misalnya, menyapa tetangga, menanyakan kabar kerabat jauh atau mengajak anak mengunjungi tempat-tempat yang memungkinkan terjadi interaksi dengan orang lain.

Tidak harus selalu dengan anak-anak sebayanya, justru mereka juga harus pandai mendekati orang dewasa agar sosialisai menjadi bervariasi.

tinggalkan komentar