Saat Nilai Anak Turun, Orangtua Harus Melakukan Ini  

0
266

Nilai rapor anak dipenuhi warna merah, tentu menjadi momok setiap orangtua. Reaksi orangtuapun beragam. Umumnya, orangtua akan naik pitam dan menyiapkan berbagai jurus serangan pada anak.

Orangtua sebaiknya juga memahami, bahwa banyak faktor penyebab nilai anak turun, yakni seperti materi pelajaran semakin sulit. Atau guru baru yang belum terbiasa dengan metode pengajarannya, kemalasan anak, masalah yang dihadapi anak dan sebagainya.

Sebelum mengevaluasi anak, orangtua perlu mencari tahu apa faktor penyebabnya. Atau berkonsultasi mengenai hal ini ke guru sekolah.

Psikolog anak, Rosdiana Setyaningrum sebagaimana dikutip dari cantik.tempo.com mengatakan bahwa selama ini orangtua cenderung kesal jika si anak tidak menyuguhkan nilai sempurna dalam ujian sekolah. Sikap orangtua yang kerap menyalahkan seperti itu hanya akan membuat si anak tertekan dan bahkan depresi menghadapi ujian.

Menurut Diana, idealnya orangtua tidak semata-mata melihat angka-angka dalam nilai yang ada di rapor anaknya, berorientasi pada hasil. Jika diajarkan untuk berorientasi pada hasil, anak akan cenderung tertekan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Sedangkan psikolog kondang Elly Risman sebagaimana dikutip dari republika.co.id  mengatakan bahwa bila prestasi anak menurun, jangan buru-buru menjatuhi hukuman. Lebih baik carilah penyebab buruknya nilai anak. Apakah karena kemampuan membaca yang kurang atau karena kurang latihan?  Perhatikan pada pelajaran apa nilai-nilainya buruk.

Pada pelajaran matematika saja, bahasa dan IPA, atau pada seluruh mata pelajaran? Pemahaman ini penting bagi orang tua agar orang tua dapat menentukan perlakuan apa yang harus dia lakukan.

Tindakan memarahi hanya akan memperburuk kondisi anak. Perasaan sedih karena dimarahi akan memengaruhi konsentrasi anak. Dia akan tumbuh menjadi anak pemurung dan memiliki konsep diri yang negatif konsekuensinya dia akan sulit memahami pelajaran berikutnya. Nilainya akan buruk dan ibu akan kembali memarahinya. Pada akhirnya anak menjadi tidak bersemangat ke sekolah dan nilainya terus menurun.

Elly Risman Musa menyarankan agar  disiplin belajar anak perlu dibenahi. Tentukan waktu belajar yang disepakati oleh anak. Temani anak belajar dan beri penguatan dengan makanan ringan atau susu. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Atur pencahayaan yang baik. Tidak ada anak lain atau anggota lain yang menonton TV pada saat anak belajar. Terutama pada anak yang rentang perhatiannya pendek. Hindari anak dari aktivitas yang menguras energinya seperti berlari-lari dan menonton TV.

Ia juga menambahkan bahwa perhatian dan kasih sayang orang tua dapat membantu meningkatkan prestasi anak. Anak yang merasa kesepian atau merasa diabaikan akan tumbuh menjadi anak pemurung dan tidak berprestasi di sekolah. Ia hanya akan melakukan hal-hal yang dapat menarik perhatian orang tuanya dengan cara yang salah, misalnya dengan nilai buruk, sehingga orang tuanya kaget dan meluangkan waktu untuk menemaninya belajar. (Aby)

 

LEAVE A REPLY