Santri DHBS Laksanakan Shalat Gerhana Bulan

0
105

Secara umum shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat, kemudiandisusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha.

Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Untuk tahun ini, gerhana bulan jatuh pada Juli 2019. Sebagai muslim yang taat, kesempatan ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, seperti yang dilakukan santri ikhwan DHBS Bontang.

و) القسم الثاني من النفل ذي السبب المتقدم وهو ما تسن فيه الجماعة صلاة (الكسوفين) أي صلاة كسوف الشمس وصلاة خسوف القمر وهي سنة مؤكدة

Artinya, “Jenis kedua adalah shalat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu shalat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah yaitu shalat dua gerhana, shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan. Ini adalah shalat sunah yang sangat dianjurkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Al-Maarif, tanpa keterangan tahun, halaman 109).

Dipimpin oleh Ust Mahsun, seluruh santri ikhwan melaksanakan shalat gerhana bulan dengan takzim.

Santri tampak bersemangat mengikuti shalat sunnah ini. Selain berburu pahala, mereka juga diberikan bekal tentang shalat gerhana bulan lebih jauh. (*)

LEAVE A REPLY