Tingkatkan Kualitas dan Kreatifitas, TK Qurrota A’yun Gelar Pelatihan Sentra

0
153
dok. KB & TK Qurrota A'yun

Untuk meningkatkan kualitas dan kreatifitas, TK Qurrota A’yun gelar pelatihan Sentra beberapa waktu yang lalu untuk guru KB dan TK. Tepatnya pada 16 sd 19 Agustus 2018.

Pada pelatihan tersebut, diisi oleh KPI Surabaya dengan pemateri Ibu Widji Lestari, M. Psi, dan Dewi Ayuni S.Pd yang dibuka oleh Ustadz Ahmad Maslik, M.Pd selaku kepala SDM dan Akademik.

Model pembelajaran sentra sendiri merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan sentra bermain pada saat pembelajaran.

Sentra bermain yang dimaksud adalah area kegiatan yang dirancang di dalam atau di luar kelas, berisi berbagai kegiatan bermain dengan bahan-bahan yang dibutuhkan dan disusun berdasarkan kemampuan anak. Serta sesuai dengan tema yang dikembangkan dan dirancang terlebih dahulu.

Salah satu yang dipelajari dalam pelatihan ini adalah metode BBCT. Yaitu pendekatan yang dikembangkan melalui hasil kajian teoritik dan pengalaman empirik yang merupakan pengembangan diri dari pendekatan mentossori, high scope, head star, dan Reggio Emilia yang dikembangkan oleh cretive for childhood research and trainging ( CCCRT) Florida, USA dan sudah dilaksanakan selama 35 tahun, baik untuk anak normal maupun anak yang berkebutuhan khusus.

Adapun tujuan dari metode BBCT adalah sebagai berikut :

  1. Proses pembelajaran diharapkan berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan sisiwa bekeja mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke sisiwa. STRATEGI pembelajaran lebih dipentingkan dari pada HASIL
  2. Siswa dapat mengerti apa makan belajar, apa manfaatnya, dan bagaiman mencapainya. Mereka sadar bahwa apa yang mereka pelajari akan berguna bagi hidupnya nanti
  3. Memposisikan guru hanya sebagai pengarah dan pembibing atau inspirator, bukan sebagai center, dan penceramah dalam strategi belajar.
  4. Meletakkan pendidikan dasar keimanan, ketakwaan serta seluruh aspek keperibadian (ESQ) yang diperlukan anak didik dalam menyesuikan diri dengan lingkungan untuk pertumbuh kembangan selanjutnya
  5. Terjalin kerja sama, saling menunjuang antara siswa dengan sisiwa, dan siswa dengan guru, sehingga menyebabkan sisiwa kretis dan guru kreatif.
  6. Membuat situasi belajar lebih menyenangkan dan tidak membosankan sehingga siswa dapat belajar sampai tingkatan “Joy Of Discovery”, tertantang untuk dapat memecahkan masalah dengan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya.

Berikut adalah dokumentasi dari pelatihan tersebut :

LEAVE A REPLY