Tips Agar Ananda Bermental Pemimpin

0
101

Ada yang bilang, pemimpin itu terlahir bukan terbentuk. Statemen ini perlu dikoreksi. Dengan pola didik yang benar dan ditambah dengan lingkungan yang tepat, siapapun akan mungkin mempunyai mental pemimpin.

Meski demikian menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Sejak dini, Ananda perlu ditanamkan nilai-nilai kepemimpinan, agar di masa depan ia dapat menjadi pemimpin yang baik seperti Rasulullah. Memang tidak mudah menanamkan disiplin khusus agar anak memiliki jiwa kepemimpinan. Orangtua harus peka terhadap bakat dan minat Ananda.

Supaya orangtua juga dengan mudah mengarahkannya menjadi pemimpin seperti Rasulullah. Sifat-sifat Rasulullah dalam memimpin ada 4 hal, Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. Memang 4 hal ini sebenarnya adalah sifat Rasul tapi beberapa diantaranya bisa diterapkan kepada Ananda, yaitu Sidiq atau kebenaran dan Fathonah atau kecerdasan.

Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, Alm. Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA dalam dialognya pernah berpendapat, ”Pemimpin yang dipilih oleh umat wajib memenuhi 2 kriteria penting seorang pemimpin, yang pertama adalah kecerdasan, baik cerdas akalnya maupun cerdas perkataannya. Kedua adalah kejujuran baik secara ucapan maupun tindakan.”

Untuk itu orangtua perlu menekankan pendidikan karakter pada 2 hal tersebut jika anak ingin menjadi seorang pemimpin. Dan berikut tips singkat yang dapat dilakukan orangtua untuk mendidik anak menjadi seorang pemimpin.

  1. Tingkatkan kemauan belajar

Anak perlu diberikan dukungan yang lebih untuk belajar. Tak hanya dengan menyuruhnya belajar, namun orangtua juga perlu mendampingi dan membuat suasana belajar jadi menyenangkan. Agar anak merasa belajar adalah hal yang menyenangkan baginya, bukan menjadi suatu hal yang dihindari bahkan ditakuti. Bagaimanapun juga, pemimpin harus seorang pembelajar yang cepat.

  1. Ambil Keputusan

Selain permikiran yang cerdas untuk menjadi seorang pemimpin juga diperlukan tindakan yang tepat. Perlahan-lahan ajarkan Ananda untuk dapat mengambil keputusan yang baik dalam suatu masalah.

Beri kesempatan anak untuk memutuskan apa yang ia pilih. Ada saatnya orangtua tidak mengintervensi pilihannya. Orangtua hanya member pertimbangan ini dan itu, selanjutnya, biarkan dia memilih. Jika ternyata pilihannya salah, ia akan belajar secara langsung tentang risiko dari keputusan yang dipilih. Orangtua tentu saja harus siam mendampingi dan berdiskusi dengan ananda.

  1. Berkata Jujur

Mengajarkan Ananda tentang kejujuran itu penting. Karena, dengan kejujuran yang ia lakukan, ia akan merasa dicintai oleh orang-orang di sekitarnya. Jadikan kejujuran itu nilai utama dalam setiap perkataannya. Seperti contohnya ketika di sekolah Ananda mengalami masalah penilaian. Usahakan Ananda berkata jujur baik nilainya jelek atau buruk. Dan orangtua menghadapi anak yang memiliki nilai buruk dalam pelajaran di sekolahnya lebih baik tidak dengan menghukum Ananda. Minta Ananda untuk berkata apa saja masalah yang ia hadapi hingga nilai pelajarannya buruk, dukung jangan hukum.

Namun jangan lupa, mengajarkan kejujuran ini terlebih dahulu dengan teladan yang diberikan orangtua. Tak akan mungkin bisa, jika anak diminta jujur sementara orangtua terus berbohong kepada anaknya.

  1. Bertindak Jujur

Perkataan yang jujur saja kurang untuk memupuk sifat jujur pada anak. Tindakan yang Ananda lakukan juga perlu perhatian khusus agar juga mencerminkan kejujurannya. Jadikan bertindak jujur sebagai kebiasaannya. Seperti ketika orangtua meminta Ananda untuk membeli barang di toko sejumlah sekian, dari uang yang diberikan orangtua jika memang ada uang kembalian mintalah Ananda untuk mengembalikan uang kembalian tersebut. Katakan kepada Ananda bertindak jujur dalam hal kecil seperti itu penting, agar ia bisa menjadi pemimpin di masa depan.

Mengajarkan Ananda tentang nilai-nilai seorang pemimpin mulai dini itu penting. Karena, kepada anak-anak kitalah kelak dunia ini akan dipimpin. Dengan nilai-nilai kepemimpinan yang ditanamkan kepada anak mulai sekarang akan menjadikannya seorang pemimpin di masa depan baik.(ipw)

LEAVE A REPLY