Tips Menangani Anak Hiperaktif

0
97

Tiap usaha memerlukan ketabahan dan kegigihan. Begitu pula dengan mendidik anak. Diperlukan usaha yang dibarengi ketabahan dan kegigihan agar anak tumbuh dengan baik. Usaha ekstra terkadang sangat diperlukan orangtua apabila anak diidentifikasi hiperaktif.

Seto Mulyadi dalam bukunya “Mengatasi Problem Anak Sehari-hari” mengatakan bahwa anak hiperaktif adalah suatu pola perilaku yang menetap pada seorang anak. Perilaku ini ditandai dengan sikap tidak mau diam, tidak bisa berkonsentrasi, dan bertindak sekehendak hatinya atau impulsif. Karenanya, dengan hal tersebut pasti kebanyakan orangtua akan menghadapi banyak permasalahan dalam menghadapi anak yang hiperaktif.

Hiperaktif atau yang biasa disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) disimpulkan oleh Anita Thapar seorang peneliti dari Cardiff University, ternyata disebabkan oleh genetik. “Hasil dari penelitian memberikan kita bukti hubungan langsung antara genetik dan ADHD.” jelasnya. Hasil penelitiannya bersama tim menemukan adanya tumpang tindih antara segmen DNA yang dihapus atau diduplikasi lebih umum ditemukan pada anak-anak dengan ADHD dan hasil penelitian ini telah terbit dalam jurnal medis The Lancet.

Di sisi lain, dr. Hendryk Timur, M.M., M.A.R.S dari ADHD Centre menjelaskan bahwa untuk menangani anak yang hiperaktif bisa dilakukan dengan.

Latih Anak

Dalam melatih anak hiperaktif, peran orangtua sangatlah penting. Karena, jika pelatihan ini sering dilakukan maka akan menimbulkan efek permanen untuk menyembuhkan anak hiperaktif. Pelatihan yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan melatih konsentrasi anak agar selalu terpusat dan terkontrol sehingga anak dapat melakukan kegiatan sehari-harinya dengan baik.

Ajak Bicara

Anak hiperaktif perlu diajak bicara. Orangtua dan keluarga perlu mengajaknya agar mereka menemukan cara yang tepat untuk menangani perilaku anak yang mengganggu dan dapat mengubah perilaku mereka. Anak yang hiperaktif membutuhkan orangtua dan keluarga serta orang-orang terdekat untuk membimbing dan dipahami, agar di masa depan mereka dapat mencapai potensi dan keberhasilan baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Berikan Obat

Pemberian obat ini bisa dilakukan jika benar-benar anak membutuhkannya. Pemberian obat pada anak hiperaktif harus dalam pengawasan ahli. Dan, yang paling penting dipahami adalah bahwa obat tidak dapat menyembuhkan hiperaktif pada anak. Karena, pemberian obat ini hanya akan mengontrol gejala yang timbul selama obat diminum bukan menyembuhkan.

Oleh karena itu, orangtua tidak perlu takut ataupun bingung jika anak yang hiperaktif mengalami gangguan dalam kesehariannya. Karena, dengan terapi yang dijalankan secara berkelanjutan, anak dapat kembali dalam kondisi normal. Hal ini didasarkan pada penelitian baru yang mengungkapkan teori Neuroplastisitas dimana otak manusia selalu dapat beradaptasi dan berkembang terhadap rangsangan yang diberikan sepanjang hidupnya. (ipw)

LEAVE A REPLY