Tips Praktis Atasi Kecanduan Bermain Game pada Anak

0
111

Apakah ananda suka sekali bermain game? Tahukah Anda bahwa menurut World Health Organization (WHO) kecanduan game sudah termasuk gangguan kesehatan mental? Lalu bagaimana menanganinya?

Perkembangan teknologi memang membuat game yang dimainkan sangat mengasyikkan. Dari segi gambar, suara, maupun variasi permainan. Belum lagi jika on line, mereka bisa bertanding dengan orang lain secara bersamaan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Namun tentu saja, orangtua tidak bisa abai begitu saja. Bagaimanapun juga, jika sampai kecanduan, game yang banyak dimainkan ini lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Mudharat yang paling kentara dari sisi waktu. Tak sedikit anak yang bermain game hingga ber jam-jam tanpa henti, bahkan ada yang sampai seharian. Bukankah ada banyak kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat daripada sekadar bermain game?

Mudharat yang lain dari sisi konten. Jika kita amati, banyak konten-konten yang sangat tidak mendidik jika dikonsumsi oleh ananda, seperti konten pornografi maupun kekerasan.

Jika ananda menjadikannya aktivitas bermain game menjadi rutinitas, ini berarti tanda-tanda ananda sedang kecanduan game.

Ainy Fauziah, seorang leadership coach & motivator berpendapat kecanduan ini karena anak mendapat kepuasan, perasaan senang dari memainkan game. Perasaan yang ia rasakan ini baginya hanya bisa didapat saat bermain game.

Dampak yang paling kentara menurutnya adalah berkurangnya minat belajar anak karena ia akan berpikir bahwa belajar akan mengurangi waktunya bermain game, mengurangi waktunya untuk bersenang-senang.

Ia menambahkan beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan orangtua agar kecanduan game yang dilakukan Ananda dapat berkurang.

  1. Berbicara

Ajak anak anda untuk berbicara tentang kondisinya sekarang. Cari tahu penyebab ia kecanduan game, apakah ia melampiaskan kesedihan dengan bermain game agar mendapat kesenangan atau tidak, ajak Ananda bicara hati ke hati dengan sejujur-jujurnya. Jangan menyalahkan anak Anda atas segala yang ia perbuat dikarenakan game.

Ingatkan pada anak Anda tentang cita-citanya atau mimpinya agar anak termotivasi kembali untuk belajar. Sepakati dengan anak untuk mencari jalan keluar atas kecanduannya dan buat kesepakatan untuk membatasi waktu bermain game dan jika Ananda melanggarnya tentu akan dihukum (usahakan jangan hukuman fisik).

  1. Luangkan waktu

Ketika anak sedang bermain game biasanya dia sebelumnya sedang merasa sendirian. Orangtua wajib peka terhadap hal ini. Temani Ananda untuk sekedar bermain di taman atau atau di tempat-tempat yang ia sukai. Agar kesibukan game anak teralihkan menjadi hal-hal positif yang menunjang keinginannya untuk belajar. Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak ke tempat-tempat yang membangun rasa kepeduliannya seperti ikut dalam acara-acara amal atau bakti sosial. Biarkan anak Anda yang melakukannya agar ia terbiasa dengan hal-hal yang positif.

  1. Apresiasi

Apresiasi anak Anda jika ia telah melakuan hal-hal positif demi mengurangi kecanduan bermain game. Ungkapkan perkataan-perkataan yang positif dan membangun agar anak Anda lambat laun menemukan kesenangan ketika dipuji setelah melakukan hal baik. Dan berilah Ananda pelukan hangat karena dengan pelukan anak akan merasa aman dan dilindungi.

  1. Tingkatkan spiritualitas

Untuk membuat anak mengurangi kecanduannya terhadap game bisa dilakukan dengan meningkatkan spiritualitas anak. Buat hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala semakin erat agar dia merasa Allah selalu di sisinya. Seringlah ajak anak Anda untuk sholat berjamaah dan mencium tangan orangtua seusai sholat.

Mengajak anak agar mengurangi kecanduannya terhadap game memang tidak mudah. Semuanya butuh proses. Bahkan terkadang ada yang sampai butuh pendampingan psikiater jika tingkat kecanduannya sudah parah. Peran orangtua dan lingkungan terdekat penting agar anak  kita dapat mengurangi kecanduannya terhadap game. (ipw)

LEAVE A REPLY